Senin, 11 Maret 2019

Contoh Teks Pidato/ Dakwah Islami Tentang Wanita Karier

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



Contoh Ceramahnya



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, menjadi orang iman dan islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan Islam ini benar-benar kita memiliki sampai akhir hayat.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim , berkat hidayah Allah swt. Semoga kita termasuk umat beliaw Nabi Muhammad saw.

Hadirin sekalian yang kami hormati.

Wanita karier adalah wanita yang mempunyai kesibukan selain kesibukan rumah tangga, baik itu bersifat bisnis atau sosial. Hanya saja pada umumnya wanita karier itu hanya dihubungkan dengan wanita yang bekerja dan menghasilkan uang saja. Sebenarnya berkarir tidak slalu melakukan aktivitasnya di luar rumah, berkarir bagi seorang istri atau ibu pada zaman sekarang ini telah berkembang. Banyak bisnis atau kegiatan yang bisa dikerjakan dirumah tanpa mengganggu kodrat atau tanggung jawab seorang wanita terhadap rumah tangganya. Karena sesungguhnya seorang wanita yang mempunyai karir/kegiatan, mereka melakukan aktivitasnya karena didorong oleh keinginan untuk maju, ingin mendapatkan ilmu pengetahuan, ingin mendakwahkan ajaran agamanya, ingin hidupnya bermanfaat bagi orang lain, atau karena motivasi tertentu. Bukan hanya semata-mata karena keuangan saja. Karena seorang wanita nafkahnya dicukupi suami demikian juga anak-anak dan semua kebutuhan rumah tangganya. Kewajiban istri hanya taat dan takut kepada Allah SWT dan suaminya, menjaga diri, keluarga dan harta suaminya ketika ia pergi (ghaib) sesuai dengan Firman Allah dalam AlQur’an Surat An-Nisa‘ ayat 34 yang artinya:

“Kaum lelaki (suami) itu penanggung jawab/pelindung bagi wanita  (istri) karena  Allah telah melebihkan sebagian mereka atau sebagian yang lain dan karena mereka telah memberi nafkah sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang baik adalah yang taat (kepada Allah dan suaminya) lagi memelihara diri ketika suaminya pergi sebagaimana Allah telah menjaga (mereka).”
Yang terpenting bagi seorang wanita yang telah bersuami adalah mendapatkan ijin dari sang suami untuk melakukan segala kegiatanya. Dan untuk yang belum bersuami ijin dari orang tua terlebih dahulu. Ada ketentuan untuk seorang wanita atau  istri yang bekerja, diantaranya :
1.      Mendapat izin dari suami atau orang tua (bagi wanita yang belum bersuami).
2.      Dalam rangka taat kepada Allah dan suaminya.
3.      Dapat menjaga diri. Seperti pada Surat An Nisa’ ayat 34 yang artinya:
 “Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.“
4.      Berjilbab atau menutup aurat.
5.      Tidak menimbulkan fitnah danh ma’siat.
6.      Tugas pokok kodrati wanita, istri dan ibu tidak terabaikan, sebagaimana sabda Nabi SAW :
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةُ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُوْلَةُ عَنْ رَعِيَتِهَا

Artinya: “Dan istri adalah pemimpin di rumah tangga suaminya dan anak-anaknya dan ia dimintai pertanggungjawaban tentang mereka dalam (kepemimpinannya).
Wanita/istri yang bekerja memang ada keuntungan atau segi positifnya antara lain: bertambahnya sumber finansial, meluasnya network (jaringan hubungan), adanya kesempatan menyalurkan bakat dan hobi, terbukanya kesempatan untuk mewujudkan citra diri yang positif dan lain-lain, namun di sisi lain kadang-kadang dihadapkan pada resiko yang buruk antara lain:
1.      Terabaikannya keluarga karena kesibukan di luar rumah.
2.      Terkurasnya tenaga dan pikiran.
3.      Sulitnya menghadapi konflik peran antara kedudukan sebagai ibu rumah tangga dan sebagai wanita karir.
4.      Timbulnya stres dan beban pikiran.
5.      Berkurangnya waktu untuk diri sendiri dan keluarga.
Resiko ini dapat menyebabkan hilangnya keharmonisan hubungan dengan keluarga. Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, maka ketika memilih berkarir diperlukan rasa tanggung jawab yang besar, ini tidak mudah juga tidak sulit untuk dijalani. Hanya dengan keikhlasan dan kesabaran seorang wanita atau seorang istri hal-hal buruk dalam rumah tangga akan terhindarkan.

Wabillahitaufik walhidayah Wassalamualaikum Wr. Wb