Senin, 14 Januari 2019

Khutbah Jum'at Tentang Menghormati dan Memuliakan Segala Mesjid | Kumpulan Teks Pidato

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
Fungsi pidato
  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Praktik pidato
  • Biasanya dipraktikkan oleh pemimpin organisasi kepada anak buah organisasinya
  • Dipraktikkan oleh pemimpin atau pejabat negara guna mempermudah adanya komunikasi sehingga terciptanya keadaan yang demokratis
  • Dipraktikkan untuk menenangkan massa / khalayak ramai
  • Biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato

Contoh pidato
 
  • Pidato kenegaraan
  • Pidato wisuda
  • Pidato kepemimpinan
  • Pidato keagamaan
  • Orasi
  • pidato singkat
Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan contoh pidato agama,contoh pidato tentang disiplin,contoh pidato tentang lingkungan, contoh pidato narkoba, contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan, contoh pidato yang menarik perhatian, contoh pidato perpisahan, contoh pidato persuasif ,Contoh Pidato Bahasa Inggris , Contoh Pidato Bahasa Jawa , Contoh Pidato Bahasa Arab, Kumpulan Pidato , Koleksi Pidato Terbaru Lainnya.
 
 

Contoh Pidato

  

 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jam'ah Jum'at yang dimuliakan Allah
Bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar bertaqwa kepadaNYa; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang pantas memakmurkan masjid-masjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian, mendirikan shalat dan membayar zakat dan mereka tidak takut kecuali kepada Allah." (QS. At Taubah: 18)
Ketahuilah bahwa masjid-masjid adalah rumah-rumah Allah yang dijadikan sebagai salah satu syiar bagi agama islam dan bagi kaum muslimin. Masjid-masjid merupakan sarana untuk menghimpun persatuan masyarakat Islam dan kesejahteraan mereka. Di antara salah satu tanda orang-orang saleh dan tanda kesempurnaan iman seorang mukmin adalah kesukaan mereka untuk mendatangi masjid dan membangunnya dan memakmurkannya dengan berbagai amal kebajikan dan menyiapkan kondisi yang baik bagi orang-orang yang beriman. Masjid-masjid adalah sebaik-baik tempat untuk menTauhidkan dan menyembah Allah dan untuk tempat berZikir dan beribadah. Siapapun yang menyembah Allah dan mengerjakan amal-amal saleh dengan baik dan ikhlas semata kepada Allah, maka perbuatan itu menunjukan bahwa dirinya adalah seorang mukmin yang sempurna imannya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah di atas dan disebutkan dalam sabda Nabi saw berikut:
"Jika engkau melihat seorang suka mendatangi masjid, maka saksikan bahwa ia seorang yang sempurna imannya"

Di lain kesempatan, Rasulullah saw bersabda:"Allah akan menjamin bagi siapapun yang menjadikan masjid sebagai rumahnya"
Maksudnya, Allah akan memberi jaminan baginya berupa dukungan, rahmat, dapat melintasi sirath sampai di surga. Allah memberi nilai utama bagi segala masjid dan disatukan dengannya sebagai penghormatan baginya. Allah memuji orang-orang yang bertasbih kepada-Nya di masjid-masjid di waktu pagi dan sore dan Allah berjanji akan memberi pahala yang besar di hari kiamat kelak bagi mereka, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
"Pelita itu menerangi di rumah-rumah yang Allah mengizinkan orang menghormati dan menyebut nama-Nya di dalamnya, ia bertasbih bagi-Nya di dalamnya di waktu pagi dan sore. Para lelaki yang tidak di lalaikan oleh perdagangannya dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah dan mereka mendirikan Shalat dan menunaikan zakat, merekapun takut pada hari berbaliknya hati-hati dan pandangan-pandangan mata. Agar Allah memberikan balasan bagi mereka dengan yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan dan menambah bagi mereka dari karunia-Nya. Dan Allah memberi rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan." (QS. An Nuur: 36-38)
Rasulullah saw sangat mengangungkan setiap masjid dan beliau menyuruh umatnya memakmurkan masjid dengan melakukan Shalat berjama'ah di dalamnya. Beliau menganjurkan umatnya membersihkan, mensucikan, memberi bau-bau yang harum dan memakmurkan masjid dengan berzikir, beribadah, dan berdo'a. Disebutkan bahwa setiap kali Rasulullah saw datang dari bepergian, maka beliau lebih dulu masuk masjid dan melakukan shalat di dalamnya sebelum masuk kedalam rumahnya. Ketika Rasulullah tiba di kota Quba', maka yang beliau pertama kali lakukan adalah membangun masjid Quba', yaitu masjid pertama yang dibangun dalam Islam. Setelah istirahat beberapa hari di kota Quba', maka beliau melanjutkan perjalanannya ke kota Madinah. Dan setiba beliau di kota Madinah, maka beliau membangung masjid Nabawi. Dalam pembangunan masjid Nabawi, beliau ikut mengerjakan bersama-sama dengan para sahabat beliau, agar masjid itu untuk tempat beribadah dan tempat mentauhidkan Allah. Kemudian beliau berkata kepada para sahabat tentang keutamaan masjid:
"Maukah kalian aku tunjukan suatu perbuatan yang dapat menghapus dosa-dosa, mengangkat derajat seorang di sisi Allah?"
Jawab mereka: "Mau, Ya Rasulullah"
Sabda beliau: "Menyempurnakan wudhu di waktu sulit, banyak melangkahkan kaki ke mesjid, menunggu shalat setelah shalat yang lain. Itulah ribat."
Karena itu, setiap muslim di manapun ia berada, khususnya para pimpinan, para khatib, para penguasa, para ulama, para penanggung jawab haji dan wakaf saling tolong menolong untuk memakmurkan semua masjid, mengingatkan keutamaan masjid dan menganjurkan melakukan shalat berjama'ah dan memberi nasehat yang baik kepada kaum muslimin, termasuk juga menasehati orang-orang yang suka terlambat ketika melakukan shalat berjama'ah dan sekaligus mengingatkan mereka dari segala keburukan yang menimpa umat islam dewasa ini yang menyebabkan para kawula muda lupa kepada Allah dan Shalat. Jika ada seseorang yang lupa dari shalat jama'ah di masjidnya, hendaknya para penanggung jawab memberinya peringatan dengan cara yang paling baik. Karena kita diperintah saling tolong menolong untuk berbuat kebaikan dan taqwa, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:

"Hendaknya kalian saling tolong menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (QS. Al Maaidah: 2)

Anehnya, dewasa ini kami dapatkan banyak orang yang bertetangga dekat dengan masjid dan mereka hanya melangkah beberapa langkah saja ke masjid, tetapi mereka tidak pernah masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat fardhu jama'ah di dalamnya. Ia tidak pernah melakukan sholat jum'at dan tidak pernah melakukan shalat fardhu berjama'ah. Alasab apa yang mereka gunakan, padahal nabi saw mencela orang-orang yang terlambat shalat berjama'ah di masjid. Dalam sabda beliau saw, berikut:

"Hampir aku akan menyuruh muazin azan dan qiamat, kemudian aku menyuruh seorang pemimpin shalat berjama'ah, kemudian aku pergi dengan sejumlah kaum lelaki yang masing-masingnya membawa seonggok kayu bakar dirumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjama'ah, kemudian aku membakar rumah mereka dengan api."

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah
Hendaknya kalian selalu takut kepada Allah, hadirilah shalat fardhu berjama'ah di masjid dan istilah masjid dengan memperbanyak berzikir kepada Allah. Jagalah baik-baik shalat fardhumu, lakukanlah dengan berjama'ah dan jangan meremehkannya, karena rukun islam yang pertama kali difardhukan adalah shalat fardhu dan pesan beliau saw yang paling akhir adalah: "Perhatikanlah shalat, perhatikanlah shalat." Karena rukun islam yang pertama kali lenyap dari kaum muslimin adalah mengerjakan shalat. Sehingga siapapun yang meninggalkan shalat, maka ia bukan seorang muslim. Dalam sebuah hadist sahih disebutkan bahwa shalat adalah amal kebajikan yang akan ditanya lebih dulu, jika shalatnya bagus, maka semua amal kebajikannya dinilai bagus, jika sebaliknya, maka semua amal kebajikannya dinilai kurang.Ibnu abas ra menuturkan bahwa Nabi saw bersabda:
"Siapapun yang mendengar azdan, kemudian ia tidak memenuhi panggilannya tanpa uzur, maka shalatnya tidak sempurna."
Disebutkan bahwa ada seorang buta minta izin kepada nabi saw tidak shalat berjamaah di masjid dan ia berkata:
"Ya Rasulullah, aku adalah seorang yang buta, rumahku jauh, aku mempunyai penuntun yang tidak cocok denganku, apakah aku boleh melakukan shalat fardhu dirumahku?"
Tanya Rasulullah: "Apakah engkau dapat mendengar suara adzan?"

Jawab lelaki itu: "Ya."

Rasulullah: "Aku tidak dapat memberimu idzin meninggalkan shalat jama'ah."
Jika Nabi saw tidak memberi izin kepada orang buta untuk melakukan shalat fardhu di rumahnya, maka bagaimanakah seorang yang dapat melihat dan sehat yang rumahnya berdekatan dengan masjid dan ia tidak mempunyai halangan apapun?
Ibnu Mas'ud ra berkata: "Andaikata kalian melakukan shalat fardhu di rumah-rumah kalian, seperti yang dilakukan sebagian orang, maka kalian akan meninggalkan sunnah Rasulullah. Jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi saw kalian, maka kalian akan sesat. Karena kami menyaksikan di masa kami  bahwa tidak ada orang yang tertinggal dari shalat berjama'ah, kecuali yang dikenal kemunafikannya."
Adapun hadist-hadist dan atsar yang menyatakan tentang kewajiban shalat berjama'ah di masjid dan besar ancamannya bagi yang enggan melakukannya adalah banyak.
Perhatikanlah baik-baik shalat fardhu berjama'ah di masjid, suruhlah anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, tetangga-tetangga kalian melakukan shalat berjamaah di masjid dan berilah nasihat jika mereka tertinggal shalat berjama'ah di masjid. Kalian tidak boleh mendiamkan mereka sedikitpun, karena meninggalkan shalat berjama'ah di masjid tanpa alasan merupakan maksiat dan kerugian yang besar yang membahayakan Islam dan umatnya.

Jama'ah jum'at yang dimuliakan Allah
Takutlah kepada Allah dan jagalah baik-baik shalat jum'at dan shalat fardhu berjama'ah. Hendaknya kalian saling tolong menolong untuk memperbaiki masjid-masjid dan menghormatinya, agar amal-amal kebajikan kalian ditulis, diberi pahala yang besar dan dosa-dosa kalian dimaafkan. Pergunakanlah kesempatan kalian baik-baik untuk menghadiri shalat berjama'ah dan jum'at dan sekaligus memakmurkan masjid.
Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar."