Selasa, 01 Januari 2019

Contoh Teks khutbah Jumat Tentang Pentingnya Menghormati Orang Tua

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



Contoh Ceramahnya




Hadirin Jama’ah jumat yang dirahmati oleh Allah SWT.

Didalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. Bahkan, menurut pendapat banyak ulama, ajaran berbakti kepada kedua orang tua ini menempati urutan kedua setelah ajaran menyembah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ yang artinya :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (Q.S. al-Isra’/17: 23-24)

Banyak sekali keutamaan dari menghormati kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita yang telah melahirkan kita. Beberapa hadist menyebutkan tentang keutamaan menghormati Ibu. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata,

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Menyayangi dan berbakti kepada ibu mengapa harus tiga kali lipat dari berbakti kepada ayah? Bisa kita pahami dalam realita yang ada bahwa pengorbanan seorang ibu lebih besar. Karena beliau melewati masa sulit ketika masa hamil, ketika melahirkan, dan ketika menyusui juga merawat anaknya, Subhanallah.

Maka selayaknya lah kita berlaku lemah lembut dalam bertutur kata saat berbicara dengan orang tua kita, menyayangi mereka seperti mereka yang menyayangi kita. Menjauhi ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi dengan kata-kata kasar. Terlebih ketika orang tua kita mulai renta, kasih sayang yang orang tua kita butuhkan memuncak, sangat membutuhkan kehadiran kita di sisinya. Al-Quran memberikan pengkhususan saat kondisi mereka tua renta, yaitu:

1.    Jangan mengatakan kata uffin (ah)
2.    Jangan membentak
3.    Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (baik).
4.    Rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan
5.    Dan do’akanlah mereka
Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang menajalani pagi harinya dalam keridhoan orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju syurga. Barang siapa yang menjalani sore keridhoan orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju syurga. Dan barang siapa menjalani pagi harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju neraka. Dan barang siapa menjalani sore harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju neraka ”.(HR. Darul Qutni dan Baihaqi) Dengan demikian merugilah para anak yang hidup bersama orang tuanya namun ia tidak bisa meraih surga, karena tidak bisa berbakti kepada keduanya. Naudzubillah. Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang merugi.