Senin, 07 Januari 2019

Contoh Pidato Tentang Pembagian Harta Warisan | Pidato Terbaru

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.
 
 

Contoh Pidato

    
 
  
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama – tama marilah kita senantiasa selalu bersyukur atas kehadiran Allah SWT yang mana berkat rahmat dan juga karuniannyalah kita mampu melangkahkan kaki untuk menjalankan rutinitas bulan ramadhan kita yaitu shalat tarawih berjama’ah.
Selanjutnya shalawat berangkaikan salam tidak bosan – bosannya kita hadiahkan kepada roh junjungan alam, yakni nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman zahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Semoga dengan memperbanyak shalawat kita akan mendapatkan safa’atnya diyaumul akhir nanti. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.
Bapak / ibu saudara / i para jama’ah yang saya hormati, serta adik – adik yang dirahmati oleh Allah SWT
Sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak reterima kasih karena sudah diberi kesempatan untuk memberikan tausyah di malam yang berbahaga ini.
Tanpa memperpanjang mokodimah, langsung saja saya masuki judul ceramah saya pada malam ini adalah tuntunan pembagian zakat
Hadirin yang berbahagia, sebelum kita berbicara lebih jauh tentang warisan, terlebih dahulu kita mengetahui apa – apa saja syarat dari adanya pembagian harta waris.
Syarat- syarat bsa terjadinya pembagian harta waris ada 3, yaitu Ahli waris, harta warisan, dan pewaris.
Pewaris merupakan Orang yang wariskan harta warisan, Harta warisan merupakan harta yang ditinggakan oleh pewaris yang akan diberiknkan kepada ahli waris, Ahli waris merupakan orang yang menerima warisan dari pewaris.
Jika 1 dintara 3 komponen diatas tidak ada, maka pembagian harta warisan tidak bisa dilaksanakan.
Misalnya ada sebuah kasus , Kedua orang tua A telah meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah rumah. A terdiri dari 7 bersaudara, dimana 3 orang laki-laki, dan 4 orang perempuan, akan tapi 1 orang saudara laki-laki sudah meninggal sebelum kedua orang tua si A meninggal dunia dan kakak dari si A yang meninggalkan 1 orang istri dan juga 2 orang anak perempuan. Yang menjadi pertayaan bila rumah tersebut di jual berapakah masing – masing bagian yang diterima oleh A, saudara A dan keluarga kakak si A.

  1. Kasus diatas berdasarkan madzhab Hanafi disebut ‘al-wasiah al-wajibah‘. artinya, kakek memiliki kewajiban memberikan wasiat kepada cucunya (cucu=z) ketika ia “kakek” maninggal, karena ayah dai si z sudah meninggal, sebelum si kakek meningal.
  2. Berdasarkan kasus diatas orang yang berhak untuk mendapat warisan adalah:
  • Istri (ibu A), mendapat 1/8 dari jumlah harta.
  • A dan semua saudara A mendapat warisan dengan perbandingan porsi 2:1. untuk Setiap anak lelaki mendapat jatah 2, dan setiap anak perempuan mendapat jatah 1.
  • Istri dari kakak si A yang sudah meninggal tidak mendapat warisan.
    Jika kita anggap bahwa total harta warisan adalah 800 juta, maka:
  • Ibu A mendapat 1/8 x 800 = 100 jt
  • Dan sisanya = 700 juta akan dibagikan ke A dan 6 saudaranya yang dengan porsi 2:1, harta 700 jt dibagi dengan 10. Jadi: (700 jt : 10 = 70 jt).
  • 2 anak laki-laki (hidup): masing2 diberi jatah sementara : 140 juta.
  • 4 anak perempuan: masing2 diberi jatah sementara : 70 juta.
  • 1 anak laki-laki (meninggal): diberi jatah : 140 juta.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang saya mohin maaf. Wassalamu’alaikum Wr Wb.. 
|