Jumat, 04 Januari 2019

Contoh Khutbah Jum'at Tentang Kematian | Pidato Terbaru

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.
 
 

Contoh Pidato

    
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadirin sidang jama’ah Jum’at yang dirahmati oleh Allah Swt....
Pada waktu dan juga kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berwasiat, baik itu bagi diri saya sendiri, ataupun bagi hadirin sekalian, yaitu agar untuk selalu dapat terus meningkatkan keimanan serta ketakwaan diri kita kepada Allah Swt. Sebab hanya dengan berlandaskan iman dan takwa sajalah, kita akan bisa selamat, baik di dunia ini, maupun dimasa akhirat nanti.
Tema yang akan saya bawakan pada kutbah jum’at kali ini tidaklah membawakan tema yang baru, akan tetapi saya ingin sedikit mengendapkan maklumat dari para hadirin sekalian yang terdahulu, dan sekarang adalah untuk sedikit merenungi serta mengingat kembali, maksud serta tujuan dari khutbah Jumat yang amat banyak tersebut. Oleh Karena itu, berdirinya saya di sini, hanya untuk kembali mengingatkan kita semuanya, baik bagi diri saya sendiri maupun bagi hadirin semua yang dimuliakan oleh Allah Swt. Seiring dengan firman Allah :

Yang artinya : “Ingatlah olehmu, bahwa sesungguhnya sebuah peringatan itu sangat bermanfaat atau berguna bagi orang - orang yang beriman”.(Q.S :Adzdzaariyaat : 55).Maka dengan berlandaskan firman diatas, pada kesempatan yang berbahagia kali ini, saya ingin kembali mengajak kia semua untuk merenungi maksud dan tujuan dari hidup ini, melalui sebuah sarana, yang mungkin dapat mengimbangi gerak langkah hidup kita di dalam menjalani hiruk-pikuknya bahtera dunia ini, mudah-mudahan setidaknya mampu sedikit memotifasi diri kita semua di dalam mendekatkan diri terhadap Allah Swt, yaitu melalui sarana “mengingat mati”.
Hadirin sidang jama’ah Jumat yang dirahmati oleh Allah Swt....
Hidup didunia hanyalah tempat sebagai persinggahan sementara. semenntara kematian, sesungguhnya merupakan awal kehidupan manusia yang kekal serta abadi.
Nabi Muhammad Saw bersabda:

artinya : “Aku dan dunia seperti seseorang yang sedang mengadakan perjalanan di suatu hari yang panas, kemudian berteduh sejenak di bawah rindangnya sebuah pohon, lantas kembali pergi meninggalkan pohon itu untuk kembali melanjutkan kembali perjalanan yang panjang”. (HR. Ibnu Mâjah dan Ahmad).Allahpun berfirman:
“Kehidupan di dunia ini bagaikan permainan dan senda gurau semata. Sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang - orang yang bertakwa. Apakah kamu tidak berpikir? (QS : Al-Anâm : 32)
Hadirin jama’ah jum’at sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT
Kalau kita membaca dan memahami, maka begitu jelas makna dari hadis dan ayat diastas. Logikanya, bahwa kehidupan didunia ini bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan hanya sebuah persinggahan sementara untuk sebuah perjalanan yang sangat panjang dan juga melelahkan, maka bekal apakah yang semestinya kita siapkan untuk sebuah perjalanan yang maha panjang tersebut? Di antara hal yang bisa memotivasi diri kita untuk mempersiapkan bekal tersebut dengan sebaik - baiknya adalah dengan cara memperbanyak mengingat mati.
Nabi Saw bersabdah
yang artinya : "Perbanyakkanlah untuk mengingati mati, maka niscaya kalian akan dapat menyepelekan kelezatan dunia”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Kalaulah kita selalu bersedia untuk mengejar pangkat, harta dan jabatan yang hanya bersifat sementara, bahkan belum tentu semua itu bisa kita rasakan, mengapa kita tidak bersedia untuk mempersiapkan diri kita terhadap hal yang sudah pasti akan kita rasakan nantinya. Bukankah kenyataan hidup selama ini telah mengatakan, bahwa umur manusia itu akan ada akhirnya ?
Allah Swt berfirman:
yang artinya : “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”. (Ali Imran: 185)
Tidak ada yang bisa dan mampu menahan serta menghalanginya.
Hadirin jama’ah jum’at sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT
Demikianlah kutbah singkat yang dapat saya sampaikan
 
|