Kamis, 24 Januari 2019

Contoh Ceramah Singkat Tentang Meneladani Kecintaan Rasulullah Kepada Allah SWT

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



Contoh Ceramahnya



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.
Hadirin Rahimakumullah
Dikisahkan oleh Mughirah bin Syu’bah, dimana beliau menceritakan tentang keadaan Nabi Saw. Dalam menjalankan amalan shalatnya. Diceritakan bahwa tumit nabi mengalami bengkak karena begitu seringnya beliau ruku dan sujud. Hal ini tentu saja membuat sahabat heran kala itu, mengapa manusia paling mulia di muka bumi ini begitu ‘ngototnya’ dalam beribadah? Sedangkan Allah telah mewasiatkan pengampunan-Nya bagi ayah Fatimah Az-Zahra itu baik dosa terdahulu maupun dosa yang akan datang?

Dan apa jawaban yang diberikan Nabi Saw. Untuk menjawab rasa heran para sahabatnya? Jawaban yang diberikan beliau adalah,’’Bukankah aku harus menjadi hamba yang bersyukur? Demikianlah, kemulian dan keridhaan yang diberikan Allah padanya membuat ia menjadi manusia yang sangat bersyukur dengan terus beribadah kepada-Nya. Ibadah yang Rasulullah tujukan kepada Allah dengan intensitas dan kualitas yang tinggi itu, merupakan wujud syukur dan rasa terima kasih yang begitu tulus kepada sang Khalik.
 Dalam hal ini Anas Bin Malik menguatkan,’’ Apabila engkau ingin mendapati Nabi tidak beribadah di malam hari, sungguh engkau tidak akan mendapatinya karena beliau selalu beribadah di malam hari.
Kisah lain berasal dari Abdullah bin Syankhir yang suatu hari pernah bertamu ke rumah nabi dan mendapati Nabi sedang shalat. Terdengar oleh Abdullah, Nabi sedang terisak.’’ Isakan itu keluar dari dadanya menyerupai gemuruh air mendidih dalam katel.’’ Ujar Abdullah melukiskan tangis Nabi itu,. 

Dalam hal ini diketahui bahwa nabi tidak sedang bersedih atau tengah menghadapi masalah besar yang tak kuasa ia pecahkan. Ternyata tangis Nabi mengisyaratkan sebuah ikatan yang teramat kuat dengan Allah, kekasih yang begitu dirindukannya.
Tidak sampai disini, dikatakan bahwa meskipun Rasulullah terpelihara dari dosa dan kesalahan (Maksum) tapi beliau tak pernah meluputkan sedikit pun waktu untuk memohon ampun kepada Allah Swt. Bahkan dikatakan bahwa beliau memohon ampun sampai 70 kali dalam sehari. Riwayat lain mengatakan bahwa Nabi memohon ampun kepada Allah sampai 100 kali dalam sehari. Masya Allah, betapa tinggi kecintaan beliau terhadap Allah, betapa beliau menjadi manusia yang begitu tinggi dalam ikatan yang terjalin dengan Tuhannya, dan betapa Rasulullah adalah teladan terbaik yang dapat dijadikan panutan bagaimana seharusnya mencintai Allah.
Rasulullah tidak hanya masyhur dengan gelar Al-Amin tapi beliau juga masyhur dengan sebutan Habibullah atau kekasih Allah. Hal ini ditegaskan oleh Nabi melalui Hadits yang diriiwayatkan oleh At-Tirmidzi saat beliau menanggapi diskusi di majlis para sahabat mengenai kemuliaan para Rasul terdahulu.

 ‘’Keadaan Ibrahim sebagai karib Allah (sebagaimana yang kalian utarakan) adalah benar adanya. Begitu pula Musa sebagai karib yang juga dekat dengan-Nya, benar pula adanya. Demikian pula dengan keberadaan Isa sebagai Kalimatullah dan Ruhullah memang begitulah keadaannya. Sedang aku sendiri adalah Habibullah, kekasih Allah. Ini bukanlah kesombongan. Akulah yang membawa bendera kemuliaan pada hari kiamat. Akulah manusia pertama yang menjadi pembela dan manusia pertama yang dikabulkan syafaatnya. Dan ini sungguh bukanlah kesombongan. Akulah manusia pertama yang mengetuk pintu syurga dan Allah lah yang membukanya pertama kali untukku dan mempersilakan aku memasukinya bersama orang-orang fakir diantara kamu. Akulah orang yang paling dimuliakan di zaman awal dan zaman akhir. Dan sungguh ini bukanlah kesombongan.
Saudaraku, Rasulullah adalah manusia terbaik dan merupakan kekasih terbaik Allah yang kualitas ahlaknya serupa dengan Al-Quran berjalan. Tingginya kualitas kecintaan beliau bahkan tidak terbayangkan. Namun kita percaya bahwa beliau adalah manusia terbaik yang paling dicintai oleh Allah dan manusia.

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan - semoga bermanfaat. Kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.