Rabu, 23 Januari 2019

Contoh Ceramah Singkat Tentang Mengenal Sikap-sikap Iblis

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



Contoh Ceramahnya



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Hadirin rahimakumullah
Kita semua tahu bahwa iblis adalah musuh utama manusia dan merupakan mahluk yang dilaknat oleh Allah. Barangkali pada kesemptan kali ini izinkanlah saya menyampaikan kisah klasik tentang pengingkaran iblis terhadap Allah swt.
Suatu ketika, iblis yang pada waktu itu tinggal di surga dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan berfirman,’’ Hai Iblis aku telah menciptakan seorang manusia dari tanah yang Kuberi nama Adam. Sujudlah engkau sekarang padanya. Namun iblis secara spontan menolak. Ia lalu mengemukakan 3 alasan atas penolakannya itu.

Yang perrtama, kata Iblis ,’’Ya Tuhan bagaimana mungkin aku sujud kepada Adam. Bukankah asal usulku jauh lebih baik daripada Adam? Bukankah Engkau ciptakan aku dari api yang jelas-jelas lebih mulia dibandingkan dengan tanah? Mestinya, Adamlah yang harus sujud kepadaku, bukankah sebaliknya! Salahkah alasan iblis ini,?
 Kalau kita lihat kehidupan kita hari ini, mungkin ada sebagian orang yang membangga-banggakan asal usul keturunannya, merasa sombong dengan darah birunya ataupun memandang rendah seseorang hanya lantaran seseorang itu biasa . salahkah jika tipikal orang seperti ini disebut sebagai pendukung iblis ?

 Alasan yang kedua, kata iblis,’’ Ya Tuhan aku berada disini telah ribuan tahun, jelas aku lebih senior dibanding Adam yang baru saja Engkau ciptakan. Bukankah seharusnya yang lebih yunior tunduk pada yang lebih senior? Mestinya Adam lah yang haru sujud kepadaku, bukan sebaliknya! Salahkah alasan Iblis ini, ?
Saat ini mungkin kita sering menemukan, banyak orang yang tidak dapat menerima pendapat orang lain terutamanya karena pendapat tersebut disampaikan oleh orang orang yang dinilai lebih muda dan junior. Salahkah bila orang seperti ini mewarisi sifat iblis?

Adapun alasan yang ketiga, kata iblis,’’ Ya Tuhan, kesetiaanku pada-Mu, telah berabad-abad, terbukti tidak pernah luntur, sedangkan Adam belum tentu ia dapat selalu setia kepada-Mu seperti aku. Lalu kenapa aku yang harus bersujud kepada Adam, mestilah Adamlah yang lebih pantas sujud kepadaku. Salahkah alasan iblis ini? 

Hari ini, mungkin sering kali kita melihat ada beberapa orang yang mungkin gandrung untuk mengungkit-ungkit jasa-jasa yang pernah dilakukannya ataupun merasa dirinya yang paling berjasa dan loyal. Bukankah hal ini menyiratkan sebuah sifat iblis?
Hadirin Rahimakumullah Demikianlah sedikit yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kata-kata atau sikap yang kurang berkenan di hati. Dan terima kasih atas segala perhatiannya, semoga bermanfaat.
Billahi taufiq walhidayah, wassalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh.