Kamis, 20 Desember 2018

Khutbah Jum'at Tentang Mensyukuri Turun Hujan Terbaik | Pidato Terbaru

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

   
Hujan adalah sebuah berkah nikmat luar biasa membawa banyak barokah manfaat, walau terkadang juga dapat menimbulkan bencana. Tapi apapun itu pada akhirnya semua tergantung sikap kita dalam menanggapinya, apakah kita menganggapnya sebagai kebaikan atau keburukan. Tapi satu hal yang pasti, segala sesuatu yang terjadi sudah pasti atas kehendak Tuhan YME, oleh karena itu sudah dapat di pastikan adalah sebuah kebaikan. Lewat Contoh Khutbah Jum'at Tentang Mensyukuri Turun Hujan berikut ini, kita akan sama-sama memahami tentang hikmah dari sikap bersyukur terhadap turunnya air hujan.Khutbah Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، أَحْمَدُهُ وَأَشْكُرُهُ وَأَسْتَعِيْنُهُ وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي رُبُوْبِيَتِهِ وَإِلَهِيَتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،

Ibadallah,Jama'ah Jum'at yang dimuliakan Allah
Bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.
Ketahuilah bahwa mensyukuri dapat memperbaharui berbagai karunia. Bersyukur merupakan menghormati berbagai karunia dan mengakui betapa besar karunia Allah yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya. Diantara salah satu bentuk bersyukur kepada Allah ketika mendapat karunia adalah dengan cara melakukan sujud syukur sebagaimana yang biasa dilakukan Oleh Nabi saw ketika mendapat anugrah atau ketika selamat dari bencana, maka beliau saw segera sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Di antaranya pula adalah memperpanjang shalat malam sampai kedua telapak kaki beliau saw bengkak. Ketika Aisyah bertanya: "Ya Rasulullah, mengapa engkau mempersulit dirimu seperti ini, padahal Allah telah memberimu ampun atas dosa-dosa mu yang terdahulu dan yang terkemudian?"
Sabda belia saw
"Wahai Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi orang yang berterima kasih"
Itulah kebiasaan Rasulullah saw ketika mendapat karunia. Allah memuji Nuh sebagai salah seorang hamba-Nya yang suka bersyukur. Demikian pula, Allah memuji Dawud dan Sulaiman yang diberi ilmu dan ketika keduanya mengucapkan syukur atas berbagai karunia yang diberikan kepada keduanya, Allah menyebut tanda syukur keduanya seperti berikut:
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman." (QS. An Naml: 15)Demikian pula, ketika Allah memuji Nabi Yusuf yang diberi kedudukan, pengetahuan dan dikumpulkan kembali bersama ibu, bapak dan saudara-saudaranya, ketika ia merasa bahwa ia mendapat karunia dari Tuhannya, maka ia berkata:
۞ رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. " (QS. Yusuf: 101)Jama'ah Jum'at rahimakumullah
Para Nabi adalah suri taualadan yang baik, maka tirulah jejak mereka. Syukurilah karunia Allah dengan hati, lidah dan perbuatan kalian. Allah berjanji bahwa Dia akan memberi pahala yang besar bagi orang-orang yang bersyukur dan akan menyiksa dengan siksa yang pedih bagi mereka yang mengingkari segala karunia-Nya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ

"Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh." (QS. Ibrahim: 18)Adakalanya Allah menguji sebagian hamba-Nya dengan berbagai cobaan dan kesusahan, misalnya dengan musim paceklik yang berkepanjangan, agar mereka segera kembali bertaubat dan beribadah kepada Allah, sehingga dosa-dosa mereka di ampuni, karena tidak ada yang dapat menolong manusia ketika mendapat cobaan dan kesulitan, kecuali hanya Allah semata. Karena itu, manusia harus mensyukuri semua karunia Allah dan bersabar ketika menghadapi berbagai musibah-Nya, agar segala kesulitannya diganti dengan karunia-Nya, sehingga ia mau memuji dan bersyukur kepada Allah.
Di antara karunia Allah yang patut disyukuri adalah turunnya hujan. Setelah kebanyakan orang mengalami masa paceklik dan kekeringan yang berkepanjangan, sebab hanya Allah yang dapat menurunkan hujan setelah manusia putus asa ketika menghadapi masa paceklik.
Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

"Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. " (QS.Asy-Syu'ara': 28)Jama'ah jum'at rahimakumullah
Ketahuilah bahwa hujan adalah penyebab berbagai karunia, rizki, kesabaran dan kebahagiaan. Abdullah ibnu Abbas ra menafsirkan firman Allah:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

" Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. "(QS. Adz Dzariyat: 22)"Air Hujan adalah penyebab berbagai karunia dan rizki"
Karunia diturunkannya hujan dan berbagai karunia lainnya seperti keamanan, kesehatan, keselamatan, usia dan sebagainya. Adapun karunia yang paling besar adalah Islam dan Iman dan melakukannya sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Syukurilah benar-benar karunia itu, agar Allah menambah karunia-karunia-Nya kepada kalian. Allah telah berjanji bahwa Allah akan memberi pahala yang sangat besar di dunia dan di akhirat bagi siapapun yang suka bersyukur kepada-Nya.
Yang di maksud bersyukur adalah bukan sekedar ucapan terima kasih dan pujian kepada Allah, tetapi menggunakan segala karunia Allah di jalan yang benar dengan mengerjakan amal-amal saleh, bersyukur, bertaubat, berharap dengan penuh rendah hati dan rendah diri kepada Allah, selain itu kita harus menjauhi segala perbuatan dosa, karena kesenangan yang disediakan Allah tidak dapat engkau peroleh, kecuali dengan mentaati-Nya, termasuk juga memperoleh air hujan dari langit. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah berikut:
* وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا

" Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. " (QS. Al-Jinn: 16-17)Maksudnya, andaikata orang-orang beriman berjalan di atas kebenaran dan taat kepada Allah, pasti Allah akan memberi berbagai karunia-Nya di dunia sebanyak-banyaknya, memberi mereka kehidupan yang bahagia di dunia dan sekaligus untuk menguji perasaan mereka, apakah mereka termasuk orang-orang yang taat ataukah mereka termasuk orang-orang yang mengingkari semua karunia Allah.


Backlink: