Senin, 10 Desember 2018

Contoh Pidato Singkat Tentang Full Day School

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.

Fungsi pidato
  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.


Baca Juga:

Contoh Pidato Singkat Tentang Jujur Itu Hebat




Praktik pidato
  • Biasanya dipraktikkan oleh pemimpin organisasi kepada anak buah organisasinya
  • Dipraktikkan oleh pemimpin atau pejabat negara guna mempermudah adanya komunikasi sehingga terciptanya keadaan yang demokratis
  • Dipraktikkan untuk menenangkan massa / khalayak ramai
  • Biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato

Contoh pidato
  • Pidato kenegaraan
  • Pidato wisuda
  • Pidato kepemimpinan
  • Pidato keagamaan
  • Orasi
  • pidato singkat
Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan contoh pidato agama,contoh pidato tentang disiplin,contoh pidato tentang lingkungan, contoh pidato narkoba, contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan, contoh pidato yang menarik perhatian, contoh pidato perpisahan, contoh pidato persuasif ,Contoh Pidato Bahasa Inggris , Contoh Pidato Bahasa Jawa , Contoh Pidato Bahasa Arab, Kumpulan Pidato , Koleksi Pidato Terbaru Lainnya.

Contoh Pidato



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Hadirin yang berbahagia Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan pidato tentang full day school. Tentunya bahasan tentang full day school ini menjadi istilah yang menarik yang perlu diperbincangkan. Pergantian menteri pada waktu lalu yang melibatkan pergantian menteri Pendidikan Anies Baswedan oleh Muhadjir Efendi tentunya menyisakan beberapa perubahan kebijakan termasuk di dalamnya tentang wacana full day school.
Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan Muhadjir Efendy memberikan kesetujuannya tentang perlunya penerapan full day school. Lalu apa itu full day school? Full day school berasal dari bahasa Inggris. Full artinya penuh1, day artinya hari2, sedang school artinya sekolah. Jadi pengertian full day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi hari sampai sore hari, mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi.

Hal yang diutamakan dalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran dan pendalaman. Sedangkan Fullday school menurut salah satu tokoh didefinisikan sebagai sekolah yang sebagian waktunya digunakan untuk program-program pembelajaran yang suasana informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kretifitas dan inovasi dari guru.
 Hadirin yang berbahagia
Full Day School menerapkan suatu konsep dasar “IntegratedActivity” dan “Integrated-Curriculum”. Model ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam Full Day School semua program dan kegiatan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas dalam sebuah sistem pendidikan.
Titik tekan pada Full Day School adalah siswa selalu berprestasi belajar dalam proses pembelajaran yang berkualitas yakni diharapkan akan terjadi perubahan positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan aktivitas dalam belajar. Adapun prestasi belajar yang dimaksud terletak pada tiga ranah, yaitu:

Pertama, Prestasi yang bersifat kognitif misalnya adalah kemampuan siswa dalam mengingat, memahami, menerapkan, mengamati, menganalisa, membuat analisa dan lain sebagianya. Konkritnya, siswa dapat menyebutkan dan menguraikan pelajaran minggu lalu, berarti siswa tersebut sudah dapat dianggap memiliki prestasi yang bersifat kognitif.
Kedua, Prestasi yang bersifat afektif misalnya adalah siswa dapat dianggap memiliki prestasi yang bersifat afektif. jika ia sudah bisa bersikap untuk menghargai, serta dapat menerima dan menolak terhadap suatu pernyataan dan permasalahan yang sedang mereka hadapi.
Ketiga, Prestasi yang bersifat psikomotorik. Yang termasuk prestasi yang bersifat psikomotorik yaitu kecakapan eksperimen verbal dan nonverbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seorang siswa menerima pelajaran tentang adab sopan santun kepada orang lain, khususnya kepada orang tuanya, maka si anak sudah dianggap mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya.
Hadirin yang berbahagia

 Proses inti sistem pembelajaran Full Day School diantaranya mencakup:
Pertama adalah bahwa proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, tranformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal baik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
Kedua, Proses pembelajaran yang dilakukan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah sistem relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan.
Penyelenggaraan sistem full day school ini banyak mengandung pro dan kontra dari berbagai akademisi pendidikan. Keberadaannya memiliki manfaat dan mudharat, kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihan dari penyelenggaraan full day school ini diantaranya adalah:
 Pertama dalam program full day school ini siswa memperoleh banyak keuntungan secara akademik. Lamanya waktu belajar juga merupakan salah satu dari dimensi pengalaman anak. Sebuah riset mengatakan bahwa siswa akan memporoleh banyak keuntungan secara akademik dan sosial dengan adanya full day school.

Cryan dan Others dalam risetnya menemukan bahwa dengan adanya full day school menunjukkan anakanak akan lebih banyak belajar daripada bermain, karena adanya waktu terlibat dalam kelas, hal ini mengakibatkan produktifitas anak tinggi, maka juga lebih mungkin dekat dengan guru, siswa juga menunjukkan sikap yang lebih positif, karena tidak ada waktu luang untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan karena seharian siswa berada di kelas dan berada dalam pengawasan guru.
 Kedua, Sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh. Benyamin S. Blom menyatakan bahwa sasaran (obyectivitas) pendidikan meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena melalui sistem asrama dan pola full day school tendensi ke arah penguatan pada sisi kognitif saja dapat lebih dihindarikan, dalam arti aspek afektif siswa dapat lebih diarahkan demikian juga pada aspek psikomotoriknya.
 Ketiga, Sistem full day school merupakan lembaga yang terbukti efektif dalam mengaplikasikan kemampuan siswa dalam segala hal, seperti aplikasi PAI yang mencakup semua ranah baik kognitif, afektif maupun psikomotorik dan juga kemampuan bahasa asing.
 Dibalik kelebihan atau keunggulan dari program full day school ini, ia pun memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah :

 Pertama, Sistem full day school acapkali menimbulkan rasa bosan pada siswa. Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan meyebabkan siswa menjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan.
Kedua, Sistem full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung optimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya, bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tanpa hal demikian, full day school tidak akan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekedar rutinitas yang tanpa makna.
Hadirin yang berbahagia

Dibalik setiap kelebihan dan kekurangannya ada beberapa manfaat yang diharapkan dari penerapan full day school ini. Diantaranya adalah bahwa diharapkan peserta didik memperoleh: 1) Pendidikan umum yang antisipatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; 2) Pendidikan keIslaman (al-Qur’an, Hukum Islam, Aqidah dan wawasan lain) secara layak dan proposional; 3) Pendidikan kepribadian yang antisipatif terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan globalisasi; 4) Potensi anak tersalurkan melalui kegiatan-kegiatan ekstra kulikuler; 5) Perkembangan bakat, minat dan kecerdasan anak terantisipasi sejak dini melalui pemantauan psikologis; 6) Pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin kerena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama, terencana dan terarah; 7) Anak mendapatkan pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa-doa keseharian, sholat, mengaji al-Qur’an).

Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh