Senin, 24 Desember 2018

Contoh Ceramah Tentang Pengaruh Dzikir Terhadap Kesehatan Jiwa | Pidato Terbaru

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.
 
 

Contoh Pidato

    
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang pertama marilah kita senantas selalu bersyukur atas kehadirat Allah SWT yang mana hingga saat ini kita masih diberinya rahmat kesehatan dan juga keselamatan sehingga kita masih mampu untuk berkumpul di mesjid yang sama – sama kita cintai ini. Kemudian shalawat beriringkan salam tidak bosan – bosannya kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar kita nabi Muhammad SAW. Semoga dengan banyaknya kita bershalawat maka kita akan mendapatkan safaatbya diyaumul akhir kelak.
Baiklah tanpa terus memperpanjang mukodimah, langsung saja judul ceramah saya pada malam hari ini adalah Pengaruh Dzikir Terhadap Kesehatan Jiwa.
Dalam Surat al-Ra’d / 13:28, menjeaskan bahwasanya dengan kita mengingat (dzkir) kepada Allah maka hati akan menjadi tenteram. Dzikir merupakan salah satu metode mencapai ketenangan hati yang dilakukan dengan tata-cara tertentu. Dzikir diajarkan dan dipahami dengan melafazkan kalimat - kalimat thayyibah secara keras (dzikr jahr), dan menggunakan kalimat - kalimat thayyibah yang memfokus, dari kalimat

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT
Sebenarnya hubungan antara dzikir dengan ketentraman jiwa sudah dapat dianalisis secara ilmiah. Dzikir secara lughawi artinya menyebut atau ingat. Jika kita artikan menyebut maka peranan lisanlah yang lebih dominan, namun jika diartikan sebagai ingat, maka kegiatan berpikir dan merasalah (kegiatan psikologis) yang lebih dominan. Dari segi ini maka ada dua alur pikir yang dapat diikuti:

  1. Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi ini cenderung aktif bekerja untuk mencari jawaban atas hal - hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang dapat merangsang berpikir adalah adanya hukum kausalitas di muka bumi ini. Jika seseorang menemukan suatu penemuan yang baru, misalnya A disebabkan oleh B, maka selnjutnya manusia akan tertantang untuk mencari apa yang menyebabkan B. Begitulah seterusnya hingga setiap kebenaran yang di temukan oleh potensi intelektual manusia akan diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai menemukan kebenaran baru.
  2. Sebagai makhluk yang berfikir manusia selalunya tidak merasa puas terhadap ‘kebenaran ilmiah’ sampai ia berhasil menemukan kebenaran perenial dengan jalan melalui jalan supra rasionalnya. Jika seseorang telah sampai pada kebenaran ilahiah atau telah terpandunya dzikir dan fikir, maka ia tidak akan tergoda lagi untuk mencari kebenaran - kebenaram yang lain, dan ketika jiwa seseorang itu menjadi tenang, tidak ada konflik batin dan tidak gelisah. Selama seseorang masih memikirkan ciptaan Allah SWT dengan menggunakan segala hukum-hukumnya, maka hatinya tidak mungkin bisa tenteram dalam artian tenteram yang sebenarnya, akan tetapi jika ia telah sampai kepada memikirkan Sang Pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia tidak sempat lagi untuk memikirkan hal – hal yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan dan puncak kebahagiaan dicapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang tersebut telah mencapai al- nafs al-muthma’innah.
Hadirin seklian yang dirhmati oleh Allah SWTManusia memiliki keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas, padahal apa yang ia butuhkan itu tidak akan pernah benar - benar dapat memuaskannya (terbatas). Oleh sebab itu selama manusia masih terus memburu yang terbatas, maka tidak akan mungkin ia memperoleh ketentraman, karena yang terbatas (duniawi) tidak akan mampu memuaskan hal yang tidak terbatas (keinginan dan nafsu). Akan tetapi, jika yang dikejar manusia itu adalah Allah SWT yang tidak terbatas kesempurnaan-Nya, maka dahaganya akan dapat terpuaskan. Maka jika seseorang telah mampu selalu ingat (dzikir) kepada Allah SWT maka jiwanya akan tenteram, karena ‘dunia’ manusia yang terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak terbatas.
Hanya manusia yang berada pada tingkat inilah yang benar – benar layak menerima panggilan-Nya untuk kembali kepada-Nya.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kesalahan. Wassalamu’alaikum Wr Wb
 
|