Selasa, 11 Desember 2018

Contoh Ceramah Singkat Tentang Taqlid

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



CONTOH CERAMAHNYA:


 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin

 Hadirin Rahimakumullah
 Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya mengulas sedikit tentang apa itu taqlid? Allah Swt berfirman,’’ janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan atasnya.sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS. AL-Isra: 36)
Mengikuti pendapat orang lain baik dalam hal keyakinan, ucapan, maupun perbuatan tanpa didasarkan pada argument dan pengesahan dalil yang benar, dinamakan taqlid. Adapun sikap taqlid seseorang di dalam beragama dapat terjadi dalam dua hal:
1. Taklid dalam urusan ibadah, yakni keimanan seseorang kepada Allah dan Rasulnya tanpa didasarkan dalil dan akal sehat yang mendukung kebenaran imannya. Keimanannya hanya didasarkan pada apa yang ditemukannya pada orang lain.
 2. Taklid dalam masalah ibadah, yakni amal ibadah seseorang yang berpijak pada apa yang ditemukannya dari orang lain., terutama para ulama, tanpa mengetahui apa, darimana, bagaimana, dia memahami makna dari sumber yang aslinya.

 Para ulama salaf memberikan komentar tentang kedua macam taqlid tersebut. Orang-orang awam diperbolehkan taqlid sepenuhnya walaaupun mereka tidak mengerti ibadah yang mereka lakukan. Sebab mereka akan kesulitan jika disyariatkan memahami persoalan syariah secara mendalam. Adapun taqlid dalam urusan akidah dianggap tidak sah keimananya. Artinya sebodoh apapun orang dia harus berusaha memahami akidah dan keyakinannya yang ditunjang dengan ilmu.
Saudaraku, kebodohan dalam memahami keyakinan terhadap Allah Swt. merupakan celah yang dapat menjerumuskan seseorang pada kesesatan. Hal ini karena keyakinan kepada Allah merupakan asas keimanan. Seseorang yang teguh keimanannya kepada Allah Swt akan sanggup melakukan apapun selama itu diperintahkan-Nya. Sesulit dan seberat apapun pekerjaan ia akan rela berkorban jiwa dan raganya dalam menjalankan perintah Allah Swt.

 Berbeda dengan orang yang dangkal keimanannya, mereka tidak akan merasa segan apabila suatu waktu harus meninggalkan amalan yang diperintahkan Allah Swt. keadaan ini dilukiskan Allah dengan firmannya,’’ diantara manusia ada orang yang membantah tentan Allah (membicarakan keyakinan kepada Allah) tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat. Yang telah ditetapkan terhadap setan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab neraka. (AL-Hajj, 3-4).
Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh