Rabu, 12 Desember 2018

Contoh Ceramah Singkat Tentang Gangguan Setan Terhadap Orang Yang Berada Dalam Majlis Ilmu

Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut.

Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.


Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah  kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, kumpulan teks ceramah, ,ceramah singkat tentang sedekah, teks ceramah agama, ceramah singkat tentang ilmu, ceramah tentang pendidikan, contoh ceramah umum, contoh teks ceramah umum  , dll.


Ceramah Yang Sering Di Cari:



Contoh Ceramahnya



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.
Hadirin Rahimakumullah
Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya mengulas sedikit tentang gangguan setan terhadap orang yang menghadiri majelis ilmu. Diriwayatkan dalam kitab Durrah All-Nashihin bahwa suatu ketika Rasulullah bertanya,’ Mau kemana kamu, wahai mahluk terkutuk? Setan menjawab ,’’ aku sedang berkeliling untuk mencari orang yang akan menghadiri majlis ilmu. ‘’ Rasulullah bertanya lagi,’’ Lalu apa yang kamu bawa itu?,’’ Setan menjawab,’’ Aku membawa seutas tambang, sebuah pengait, segenggam paku, dan segenggam serbuk.’’ ‘

’ Apa yang akan kamu lakukan dengan benda-benda itu? Tanya Rasulullah Setanpun menjawab,’’ Dengan seutas tambang ini aku akan mengikat siapapun yang akan pergi ke majelis ilmu.
Maka dia akan merasakan badannya sangat berat untuk digeraka, kakinya terasa kaku untuk dilangkahkan, sehingga dia membatalkan niatnya untuk menghadiri majlis ilmu tersebut. Apabila dia sanggup melepaskan diri dari jeratanku itu, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju majelis ilmu, aku gunakan pengait ini untuk menarik punggungnya dari belakang, sehingga dia akan merasa malas melanjutkan langkahnya dan kembali lagi ke rumahnya. Namun apabila dia berhasil mematahkan pengait itu, lalu dia masuk ke ruang majlis ilmu dan duduk disatu tempat untuk menyimak dan mendengarkan ilmu-ilmu yang sedang diuraikan, aku letakan paku-paku ini dibawah tempat duduknya sehingga dia merasa tidak betah untuk berlama-lama dan ingin cepat pulang ke rumah. Tetapi apabila dia berhasil mengabaikan ranjau yang kupasang dibawah tempat duduknya itu, dia bisa tenang duduk di tempat itu. Aku gunakan cara yang terakhir yakni dengan menaburkan serbuk ini pada kedua matanya. Sehingga sekalipun dia duduk di tempat itu, dia tidak akan menyimak ilmu yang disampaikan itu.’’
 Oleh karena itu, dalam suatu hadits Rasulullah Saw. Bersabda ,’’ Menguap itu dari setan. Maka, apabila seseorang diantara kamu menguap, hendaklah ditahannya sedapat mungkin. Sesungguhnya jika seseorang diantara kamu mengatakan ‘Ha’ lantaran menguap, tertawalah setan.’’ (HR. Al-Bukhari). 

Saudaraku, dari riwayat hadist tadi tentunya dapat diketahui bahwa menuntut ilmu bukanlah perkara mudah. Setan selalu tidak menyukai dengan majlis-majlis yang menawarkan ilmu bagi setiap insan. Karena ilmu adalah cahaya Allah yang dengannya manusia dapat hidup dengan baik dan benar. Oleh sebab itu setan membenci orang yang berilmu ataupun orang menjemput ilmu menuju suatu majlis.
Bisa dipahami memang, sering kali kemalasan mengurungkan niat kita dalam mencari ilmu. Setelah kita berhasil menghalau kemalasan itu dan masuk pada suatu majlis. Kita malah dibuat bosan dengan pematerian atau pengajaran yang berlangsung. Hal itu membuat kita lebih mudah untuk mengantuk atau malah mengobrol.

 Beratnya ujian bagi sang penuntut ilmu tak sebanding dengan cahaya Allah yang diberikan pada mereka yang berilmu. Allah Maha Mensyukuri sehingga pahala bagi mereka yang berjihad mencari ilmu amatlah besar. Bahkan mungkin seluruh mahluk yang dilalui dalam proses pencarian ilmu itu mendoakan para pengejar ilmu.
Untuk mewaspadai setan terkutuk yang akan mengganggu manusia ketika mencari ilmu hendaknya memerhatikan hal-hal diantara ini: Pertama, mengawali niat dengan penuh keikhlasan untuk mengharap keridhaan Allah Swt. Bukan untuk mencari hal-hal yang sifatnya duniawi diantaranya seperti mencari kekayaan, kedudukan, dan segala macam pamrih lainnya.

 Kedua, niatkanlah pencarian ilmu itu untuk menegakan agama Allah di muka bumi dan menggali khazanah keilmuan yang terhampar di alam semesta sebagai manifestasi keagungan Allah Swt.
Ketiga, pencarian ilmu adalah upaya menghikangkan kebodohan dan mendekatkan diri pada Allah Swt. Rasulullah Saw. Bersabda,’’ Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya pada kedudukan terhormat dan mulia. Ilmu pengetahuan adalh keindahan bagi pemilknya di dunia dan akhirat.
Keempat, ilmu adalah sarana menyempurnakan amal, sebab ilmu tanpa amal ibarat pohon tak berbuah. Sedangkan amal tanpa ilmu bagaikan tubuh tanpa ruh.
Baiklah, barangkali demikianlah yang dapat saya sampaikan – kurang lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.