Minggu, 11 November 2018

Teks Contoh Pidato Islami Singkat tentang Ibu

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato



Saat kita mendengarkan pidato Islami dengan tema tertentu, misalnya tema tentang Ibu, terkadang kita merasa jenuh dengan penyampaian yang kurang memperhatikan waktu. Oleh karena itu, menyampaikan pidato singkat adalah jalan keluar bagi kita untuk menjaga respon pendengar tetap baik. Berdasar pada itu, Pidato ID membagikan teks contoh pidato islami singkat tentang Ibu.

Untuk Anda yang sedang online, dipersilahkan untuk menyimak contoh pidatonya di bawah.

Teks Pembukaan:
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokaatuh...
Segala Puji serta syukur hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam. Hanya kepadanya kita memohon, dan hanya Dia sang Pemberi Pertolongan. Salawat dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi  Muhammad. Tidak lupa kepada keluarganya, sabahatnya, serta semoga sampai kepada kita sebagai pengikutnya.



Isi Pidato:
Di hari Ibu ini, saya akan membacakan sebuah hadits yang berbunyi: Al-jannatu tahta aqdamil ummahat. Artinya: Surga itu ada di bawah telapak kaki Ibu. Ibu adalah wanita yang wajib kita hormati. Dalam sebuah keterangan, ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi Muhammad: Wahai rasulullah, siapakah orang yang wajib kita hormati di dunia ini? Rasul menjawab: Dia adalah Ibu. Sahabat itu bertanya empat kali, di antara empat pertanyaannya, Rasulullah mengatakan Ibu sebanyak tiga kali, dan setelah itu baru Ayah.

Ini pertanda bagi kita, bahwa Ibu merupakan orang yang wajib kita hormati dan kita hargai. Berbicara dengan kata upp saja kita tidak boleh, apalagi bila sampai membuatnya mengeluarkan air mata. Bila kita mampu untuk selalu menjaga perasaan mereka, niscaya kelak kita akan mendapatkan ridho Allah.

Berdasarkan hadits di atas, kita telah mengetahui bahwa jika seorang muslim ingin masuk surga, maka berbaktilah kepada kedua orang tua kita, terutama kepada Ibu. Dan dalam hadits lain juga dikatakan bahwa Ridho Allah ada pada ridho orang tua.

Kedua hadis yang telah kita dengar adalah hadits yang secara tidak langsung menyuruh kita untuk mendapatkan ridho dari orang tua. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti kepada mereka. Hormati dan hargai mereka, karena salah satu kewajiban kita di dunia ini adalah untuk mendapatkan Ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ridho tersebut bisa kita dapatkan dengan pengabdian yang tulus kepada Ibu dan Ayah, selama itu ada dalam jalan yang benar, sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits Sahih.

Ayat Al-Quran juga menegaskan bahwa kita harus birrul walidain. Artinya baik terhadap kedua orang tua. Menjaga perkataan agar hati Ibu dan Ayah kita agar senang adalah ibadah. Di samping surga Allah, kita akan mendapatkan kebaikan dari mereka. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, kita tahu bahwa Azar adalah ayahnya. Azar adalah seorang pembuat patung terkenal pada masa kerajaan Namrud. Pada suatu hari, Azar memerintah Nabi Ibrahim Alaihi Salam untuk menjual patung. Walaupun Ibrahim dan Azar adalah 2 sosok yang berbeda, akan tetapi Ibrahim selalu menjaga perasaan Ayahnya itu.

Ini jelas menunjukkan bahwa ajaran Islam mengharuskan kita untuk tepat hormat terhadap orang tua dalam keadaan apapun. Tidak berbicara dengan nada yang tinggi, membuatnya susah, itu semua akan membawa kita dekat menuju Surga. Bagaimanapun perilaku orang tua kita, kita harus tetap berbakti kepada mereka. Berbakti dalam artian terbatas pada hal-hal yang sesuai dengan ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya.

Penutup:
Semoga dengan pidato singkat yang saya sampaikan ini dapat menambah ketakwaan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Taala, dan sepulangnya dari sini, kita akan lebih menghormati kedua orang tua kita di rumah, terutama Ibu.