Kamis, 15 November 2018

Pidato Singkat Tentang Berkurbanlah Agar Tak Jadi Korban

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
 
 Idul Adha semakin dekat. Hari raya kedua itu memiliki keistimewaan tersendiri di hati setiap muslim. Ia sangat identik dengan penyembelihan dan pembagian hewan qurban.
Sebuah ibadah yang sangat mulia dan sangat mendidik setiap yang mengamalkannya, untuk meraih kepribadian muslim hakiki.
Lebih dari itu, ibadah qurban membawa nilai-nilai pendidikan yang agung untuk masyarakat muslim, menuju masyarakat yang diridhai Allah swt.
Apa arti qurban? Secara bahasa, akar kata qurban berarti : melakukan pendekatan.
Kemudian ia berarti : melakukan persembahan kepada Allah/ tuhan/ berhala melalui sembelihan atau selainnya.
Secara istilah syar’i qurban berarti : menyembelih hewan qurban setelah shalat Idul Adha, tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari sesudahnya, dengan niat ibadah.
Hewan qurban itu ialah : kambing, sapi, unta.

Nilai-nilai pendidikan kepribadian Ibadah Qurban Bagi setiap muslim:

1. Mendidik untuk membuktikan kesyukuran kepada Allah swt
Ibadah qurban perlu dihayati sebagai manifestasi kesyukuran kepada Allah swt atas segala nikmat pemberianNya kepada kita. Kesyukuran ini kita yakini sebagai sarana untuk bahagia dengan ketaatan kepada Allah, sekaligus sebagai upaya untuk mengundang tambahan nikmat dari Allah swt, sesuai dengan janjiNya yang pasti di surah Ibrahim ayat : 7
2. Mendidik untuk peduli terhadap Orang Lain. Ibadah qurban adalah latihan
peningkatan kepedulian terhadap sesama manusia. Kepedulian ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi sifat bakhil dalam diri kita. Kepedulian ini kita jadikan sebagai sarana untuk bahagia dengan kepatuhan kepada Allah swt. Allah swt berfirman :
وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ
“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. QS : Al-Hasyr : 9
3. Mendidik untuk mengurangi rasa cinta kepada harta
Ibadah qurban sangat mendidik untuk mengurangi rasa cinta kepada harta. Karena cinta harta secara berlebihan, itulah yang menghalangi seseorang untuk beribadah, menghalangi untuk taat kepada Allah, bahkan memperindah dosa di hati.
Cinta harta secara berlebihan, itulah yang membuat kita bakhil, serakah, egois, tega menipu, tega menzalimi orang lain, tega korupsi, dan sejumlah dosa sosial lainnya.
4. Mendidik untuk meningkatkan rasa cinta kepada Allah swt
Ibadah qurban adalah pengamalan perintah Allah swt dalam firmannya:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah”. QS : Al-Kautsar : 2
Pengamalan perintah Allah mendidik untuk mencintai Allah swt. Karena efektifitas setiap ibadah kita, sangat terkait dengan penghayatan cinta Allah dalam pengamalannya.
Kita beribadah kepada Allah karena cinta kepadaNya. Kita beribadah kepada Allah dengan penghayatan cinta kepadaNya. Kita beribadah kepada Allah, untuk meningkatkan cinta kepadaNya.
Bila setiap ibadah disertai penghayatan seperti ini, niscaya kita mendapatkan motivasi kuat untuk senantiasa beribadah dan berbuat baik secara konsisten dengan penuh kebahagiaan.
5. Mendidik untuk mencintai para Nabi dan Rasul
Ibadah ini mempunyai akar sejarah yang sangat kuat. Ibadah ini sudah ada sejak Nabi Adam As. Kita tentu mengingat ibadah Qurban yang dilakukan oleh Qabil dan Habil.
Kita tentu mengingat ibadah Qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As. Kita tentu mengingat ibadah Qurban yang dilakukan oleh Nabi kita Muhammad saw.
Ibadah ini menyambung hati kita dengan para Nabi yang mulia. Ibadah ini meneruskan dan melanjutkan sunnah Rasulullah saw.
Ibadah ini memotivasi kita untuk mempelajari dan menguasai sejarah Nabi Muhammad saw, sejarah Nabi Ibrahim As, dan semua sejarah Nabi dan Rasul Allah swt.
6. Mendidik untuk bekerja keras mencari nafkah yang halal
Ibadah Qurban sungguh-sungguh memotivasi setiap muslim yang cinta ibadah untuk bekerja keras mendapatkan uang agar dapat menunaikan ibadah Qurban.
Ini adalah kesempatan beribadah istimewa sekali dalam setahun. Ini adalah peluang emas untuk mendapatkan ridha dan rahmat Allah sekali dalam setahun.
Ini adalah pendidikan kepribadian muslim dengan cita rasa tersendiri yang belum tentu kita masih mendapatkannya tahun depan.
Orang yang menghayati semua ini, tentu tidak mau ketinggalan dalam ibadah ini. Ia akan mengutamakan ibadah Qurban lebih dari pakaian baru untuknya dan untuk anak-anaknya, atau perabot baru, atau persiapan makanan dan kue-kue. Bahkan ia menabung khusus untuk ibadah ini karena semangat berkurban yang sangat tinggi.
Demikianlah ibadah Qurban mendidik kepribadian kita secara komprehensif. Alangkah bahagianya kita yang bersungguh-sungguh mendidik diri untuk senantiasa lebih baik, lebih shaleh, lebih sempurna, lebih dekat dengan Allah swt.
Alangkah bahagianya kita yang telah menggunakan kesempatan ibadah yang diberikan Allah swt kepada kita. Bila renungan ibadah Qurban ini dilanjutkan, niscaya kita menemukan ibadah sosial ini, membawa nilai-nilai pendidikan sosial yang sangat mulia.

Nilai Pendidikan sosial ibadah kurban

1. Mendidik untuk mewujudkan kepedulian sosial
Ibadah Qurban berarti menyembelih hewan qurban dan membagi-bagikan dagingnya kepada fakir miskin. Ini berarti memberi kesempatan kepada fakir miskin untuk menikmati daging.
Ini berarti memberi kepedulian kepada saudara-saudara kita yang lemah. Kepedulian ini akan sangat efektif mengurangi jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin.
Pada gilirannya, terciptalah keharmonisan sosial yang menjamin ketenangan, keamanan dan kedamaian.
2. Mendidik untuk saling menghargai, saling mencintai
Kepedulian sosial yang dididikkan oleh ibadah Qurban, bukanlah sekedar kepedulian. Pembagian daging sapi/ kambing, bukanlah pembagian daging semata. Tapi, di sini ada saling menghargai, saling mencintai antara satu dengan yang lain. Di sini, tidak hanya memperbaiki hubungan antara si kaya dan si miskin, tapi juga memperbaiki hubungan antara sesama orang miskin dan antara sesama orang kaya. Orang miskin tidak berebutan dan bertengkar dalam menunggu pembagian daging. Tidak ada yang egois, tidak ada yang serakah, karena ibadah qurban mendidik kita semua untuk saling menghargai, saling mencintai. Orang kaya pun tidak takabbur dengan qurbannya. Tidak ada riya’, tidak ada pula ungkapan yang dapat menyakiti hati orang lain.
3. Mendidik untuk berlomba dalam ibadah
Ibadah qurban juga mendidik masyarakat untuk cinta kepada ibadah. Ketika masyarakat telah mencintai ibadah, niscaya kita akan menyaksikan ada gerakan masyarakat yang sangat kuat untuk beribadah. Nampak ada perlombaan sehat dalam kebaikan, sesuai perintah Allah :
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan”. QS : Al-Baqarah : 148
Alangkah mulianya masyarakat yang berlomba-lomba dalam ibadah. Alangkah mulianya masyarakat yang berlomba-lomba ke masjid, bersaing dalam membaca Al-Qur’an, tidak ada yang mau kalah dalam zakat, infaq, sedekah, semua berusaha keras untuk dapat berqurban sekali setahun.
Demikianlah ibadah Qurban mendidik masyarakat, sekiranya kita semua bersunguh-sungguh dalam mendidik masyarakat dengan ibadah yang mulia ini.
Sebaliknya, jika nilai-nilai pendidikan kepribadian dan pendidikan masyarakat dari ibadah qurban diabaikan niscaya kita dan masyarakat pasti akan jadi korban. Yaitu, korban kelalaian, korban kejahilan, korban kemalasan beribadah, korban bujuk rayu syetan. Na’udzubillah.
Mari kita renungkan, seberapa besar nilai pendidikan kepribadian dalam setiap ibadah, kita rasakan dalam kehidupan kita? Seberapa besar pengaruh ibadah yang kita tunaikan dalam membentuk pola pikir dan pola hidup kita?
Seberapa besar peranan ibadah yang kita tegakkan dalam menghasilkan kebahagiaan dan kemuliaan ? Semua ini sangat erat kaitannya dengan pemahaman, pengamalan dan penghayatan setiap ibadah kita.
Bila ibadah-ibadah kita, termasuk ibadah qurban, belum menghasilkan peningkatan kepribadian, belum menghasilkan kebahagiaan, belum menghasilkan akhlak yang lebih baik, berarti kita masih dalam kelalaian, dalam kejahilan, dalam kemalasan.
Lebih khusus pada ibadah qurban. Orang yang sanggup berqurban tapi tidak menunaikannya, berarti ia telah menjadi korban egoismenya, korban kebakhilannya, korban kekerasannya, korban cintanya kepada dunia. Na’udzubillah.
Olehnya itu, berqurbanlah, agar tidak menjadi korban. Selamat mendidik diri dan masyarakat dengan ibadah dan amal shaleh. Fastaqim (beristiqamalah)!
Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA


Penelusuran yang terkait dengan kumpulan pidato islami

  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato islami singkat dan lucu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato islami tentang ibu
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat islami beserta hadist
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • contoh pidato