Kamis, 22 November 2018

Contoh Ceramah dan Kultum Singkat tentang Hijrah

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato



    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Silahkan pilih mukadimahnya di contoh mukadimah

    Hijrah secara bahasa berarti Al Tarku yang berarti meninggalkan. Kata meninggalkan disini memiliki banyak sekali arti. Bisa meninggalkan rumah, tempat, kebiasaan, dan lainnya. Namun dalam konteks keagamaan, hijrah disini memiliki arti meninggalkan sesuatu hal yang buruk untuk hal yang lebih baik.

    Dalam sejarah Islam, kita mengenal istilah hijrah dari kisah Rasulullah SAW yang meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah guna menegakkan agama Allah SWT.

    Nah, sekarang bagaimana dengan kita di zaman modern ini? Apakah bisa melakukan hal yang demikian itu? Hanya Anda yang dan Allah SWT yang tahu jawabannya.

    Dunia terhampar begitu luas, menyimpan berbagai macam bentuk kehidupan yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Bila kita memperoleh info, mungkin itu hanya sekilas saja yang kita peroleh dari internet atau kabar burung.

    Luasnya dunia ini seharusnya mampu mendorong setiap orang untuk hidup berkecukupan dan sejahtera. tetapi bila kenyataan masih jauh dari yang diharapkan. Dunia begitu luas tanpa batas terhampar tanpa kamar, terbentang tanpa perintang kenapa mesti takut.

    Berkaitan dengan hijrah, Allah SWT berfirman dalam Q.S An Nisa ayat 100

    وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

    Artinya: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Ayat tersebut memiliki penafsiran menurut Quraishihab sebagai berikut

    Orang-orang yang berhijrah dengan tujuan membela kebenaran, akan menemukan banyak tempat di muka bumi ini dan terhindar dari tekanan dan kekerasan orang-orang yang memusuhi kebenaran. Mereka juga akan mendapatkan kebebasaan dan tempat tinggal yang mulia, di samping disediakan pahala yang besar. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah ke tempat yang mulia, yaitu negeri Allah dan rasul-Nya, kemudian mati sebelum sampai pada tempat tujuan, pahalanya telah ditetapkan. Allah berkuasa untuk memberikan pahala, ampunan dan rahmat-Nya, karena Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi rahmat.

    Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda berkaitan dengan hijrah yang diriwayatkan oleh Bukhari
    HR. Bukhari No 6003

    حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu’aim] telah menceritakan kepada kami [Zakaria] dari [Amir] mengatakan, aku mendengar [Abdullah bin Amru] mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Muslim yang sempurna adalah yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang.”

    Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada tauhid, dari nifaq kepadai istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Dengan kata lain, perpindahan total seorang muslim dari kehidupan yang serba Jahili menuju kehidupan yang serba Islami.

    Hijrah dalam pengertian ini disebut hijrah maknawiyah (hijrah mental) atau bisa juga disebut hijrah qalbiyah (hijrah hati). Hijrah maknawiyah bersifat mutlak, dan kemutlakannya berlaku bagi setiap muslim. Artinya, setiap muslim mesti melakukan hijrah maknawiyah ini. Karena menjadi pribadi muslim yang kaaffah (seorang yang hanya mengabdi kepada Allah secara totalitas) harus didahului dengan hijrah ini. Hijrah ini merupakan awal mula terangkatnya kehidupan manusia dari kegelapan menuju cahaya islam, tuntutan Allah kepada Umat Islam agar bisa keluar secara total dari dominasi pengabdian terhadap syaitan dengan segala bentuk dan manifestasinya menuju pengabdian hanya kepada Allah.

    Dalam kondisi sekarang ini, di mana kita hidup dilingkungan masyarakat yang pola kehidupannya banyak yang jauh dari nilai-nilai Islam, hijrah maknawiyah merupakan suatu keharusan. Dengan demikian, walaupun secara fisik seorang tetap berada dilingkungannya, namun secara maknawi ia meninggalkan seluruh pola kehidupan yang ada lingkungannya. Pengertian ini yang dikenal dengan istilah“Yakhtalithuun walaakin yatamayyazuun”(bercampur tapi tetapi berbeda), ia tetap dalam kepribadian muslimnya tanpa harus larut dalam nilai-nilai sekelilingnya.

    Sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi no 1930

    حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكُونُوا إِمَّعَةً تَقُولُونَ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَا تَظْلِمُوا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

    Telah menceritakan kepada [Abu Hisyam Ar Rifa’i Muhammad bin Yazid], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Al Walid bin Abdullah bin Jumai’] dari [Abu Thufail] dari [Hudzaifah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menjadi orang yang suka mengekor orang lain. Jika manusia menjadi baik, maka kami juga akan berbuat baik. Dan jika mereka berbuat zhalim, maka kami juga akan berbuat zhalim.’ Akan tetapi mantapkanlah hati kalian, jika manusia berbuat baik kalian juga berbuat baik, namun jika mereka berlaku buruk, janganlah kalian berbuat zhalim.” Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits hasan gharib tidak kami ketahui kecuali melalui jalur ini.

    Dari pembahasan diatas, menjadi jelas bahwa hakikat hijrah baik makaniyah maupun maknawiyah itu sebenarnya adalah komitmen pada ketentuan kita dengan meninggalkan segala bentuk sikap dan perilaku yang tidak menunujukan ketaatan kepada Allah.

    Karena hakikat hijrah adalah melaksanakan perintah Allah dengan meninggalkan kemalasan dan kedurhakaan kepada-Nya, serta meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan meninggalkan segala bentuk kesukaan atau kecintaan pada kemaksiatan, maka hijrah itu harus dilakukan sepanjang perjalanan hidup kita sebagai muslim semuanya ini tentu saja menuntut kesungguhan. Karena itu, iman, hijrah, dan jihad merupakan kunci bagi manusia untuk meraih derajat yang tinggi dan kemenangan dalam melawan musuh-musuh kebenaran.

    Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Q.S At Taubah ayat 20 berikut ini:

    الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

    Artinya : ‘orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. ” [QS. At Taubah: 20]

    Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita prinsip Hijrah yang pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Sebab itu, Hijrah mesti kita lakukan sekarang juga dan tidak boleh ditunda barang sedikitpun. Kalau tidak, kita tidak akan beranjak dari situasi dan kondisi yang ada sekarang. Kalau kita tidak Hijrah sekarang, maka generasi setelah kita nanti tidak akan keluar dari situasi dan kondisi buruk yang kita hadapi saat ini dan mungkin lebih buruk lagi kedepannya. Tidak ada kata terlambat untuk kita berhijrah dari kehidupan yang buruk sebelumnya.

    Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh



Pencarian Populer

  • pidato agama
  • pidato tentang agama
  • contoh pidato agama
  • pidato singkat tentang agama
  • contoh ceramah
  • pidato keagamaan
  • ceramah singkat
  • contoh ceramah singkat
  • pidato tentang keagamaan
  • contoh pidato tentang keagamaan
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato islami singkat dan lucu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato islami tentang ibu
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat islami beserta hadist
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • contoh pidato