Rabu, 28 November 2018

4 Contoh Pidato Tentang Tawadhu atau Rendah Hati | Kumpulan Pidato

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.
Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato



Assalamu'alaikum Wr.Wb
Para bapak, Ibu dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
Kita telah mengaku sebagai seorang muslim yang beriman. Karena itu hendaknya setiap sikap dan prilaku mencerminkan akhlak mukmin. Adapaun salah satu akhlakul karimah seorang beriman adalah tidak sombong tetapi selalu rendah hati. Dalam bahasa Arab disebut Tawadlu.
Sifat tawadlu sangat mulia dan terpuji. Sifat ini merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Orang yang selalu rendah hati di setiap pergaulan, maka ia akan selamat. Dia akan disenangi orang lain. Ia akan terbebas dari dosa. Tentang orang-orang yang mempunyai sifat rendah diri, diterangkan dalam firman Allah:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Artinya:
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(QS: Al-Furqaan Ayat: 63)

Hamba yang baik menurut ayat tersebut adalah orang-orang yang bertaqwa, beribadah secara ikhlas, merendahkan hati kepada Allah maupun kepada sesama makhluk, maka akan mendapatkan balasan surga.
Para hadirin rahimakumuloh,
Orang dikatakan tawadhu dapatlah dilihat dari tingkah laku dan ucapannya sehari-hari. Ia selalu menjaga agar jangan sampai menyakiti hati orang lain. Karena itu ia berusaha untuk tidak sombong. Lisannya dikekang agar jangan sampai mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti hati orang lain. Meskipun ia mendapatkan ejekan namun tetap memaafkannya, karena menyadari bahwa orang bodoh tidak mempunyai ilmu. Harus dimaklumi.
Lawan dari Tawadhu adalah ujub dan sombong. Ujub adalah perasaan bangga yang ada dalam hati terhadap sesuatu yang dimiliki atau dikerjakannya. Termasuk pula bangga terhadap amal taat yang dilakukannya. Orang yang merasa puas karena memanggap amalnya sempurna dan merasa dirinya dekat kepada Allah, atau menganggap sebagai wali Allah dan berbeda dengan orang awam, maka sifat itulah yang disebut ujub. Sesungguhnya ujub adalah sifat membanggakan diri atau menyombongkan diri di hadapan Allah. Sedangkan sikap congkak atau sombong, adalah membanggakan dirinya di hadapan sesama manusia. Antara ujub dan sombong, keduanya adalah tercela.

Para hadirin rahimakumuloh,
Hadis berasal dari Ibnu Abbas ra. menjelaskan tentang sabda Nabi saw. yang artinya demikian, "Setiap orang dipasangi dua buah rantai di atas kepalanya. Satu buah tembus ke langit tujuh, dan yang lainnya meluncur ke dasar tujuh bumi. Maka ketika seseorang bertadahu", Allah mengangkatnya dengan rantai yang menembus langit tujuh, sebaliknya ketika dia menyombongkan diri, Allah akan menjatuhkan dengan rantai yang meluncur ke dasar bumi ketujuh."
Sebuah hadis Qudsi menerangkan bahwa Allah berfirman, "Sifat besar adalah pakaianKu dan sifat agung adalah pakaianKu, maka siapa memungut keduanya (sombong) akan kejerumusan ke neraka dan tidak Kupedulikan."

Orang yang bertawadhu, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, maka ia akan mendapatkan kemulian. Tentu saja kemulian itu dari Allah. Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa merendahkan hati yaitu bertawadhu", maka ditinggikan derajatnya oleh Allah. Sebaliknya barangsiapa yang sombong, pasti dijatuhkan kedudukannya oleh Allah."
Para hadirin sekalian,
Nyatakanlah perbedaan orang yang sombong dan orang yang suka merendahkan hati. Orang yang sombong meskipun hanya sedikit saja dalam hatinya, maka Allah tak akan memasukan surga. Rasulullah  saw. bersabda, "Tidaklah masuk surga orang yang dalam hatinya ada rasa sombong meskipun hanya sebesar biji bayam."

Rendah hati merupakan ciri seorang muslim. Oleh sebab itu dalam pergaulan sehari-hari, terhadap orang-orang, hendaknya kita selalu bersikap ramah dan jangan menyombongkan diri. Apa artinya menyombongkan diri? Apakah kita berharap mendapatkan pujian? Tidak mungkin, justru orang-orang akan muak dan membencinya. sedangkan sikap rendah hati atau tawadhu, akan banyak mendapatkan teman dan kelak di akhirat pun akan dinaikan derajat kemuliaan. Rasulullah saw. bersabda, "Ciri-ciri orang tawadhu adalah ia suka minum dari sisa kawan sesama muslim, bahkan tiada seorang yang berlaku demikian, kecuali dicatat baginya tujuh puluh kebaikan, dan dihapus tujuh puluh keburukannya serta diangkat derajatnya pada kedudukan mulia."
Bilahit taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuhu