Senin, 15 Oktober 2018

4 Macam Metode Pidato yang biasa digunakan

Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk berpidato. Namun, untuk memahami pidato lebih lanjut, sebagai dasar, kita perlu mengetahui dulu macam-macam metode pidato yang biasa digunakan.

Berdasarkan persiapannya, pidato dibedakan menjadi 4 macam metode. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.


1. Metode Pidato Impromptu;

Pernahkah Anda berpidato tanpa persiapan sedikitpun? Bila pernah, maka inilah metode yang pernah Anda gunakan pada saat itu. Impromptu merupakan metode penyampaian pidato yang bersifat mendadak. Mengapa? Karena kita tidak melakukan persiapan sama sekali ketika akan berpidato. Jadi, semua materi yang disampaikan benar-benar murni dari pengetahuan kita terhadap suatu permasalahan.

Metode impromptu dapat memaksa otak untuk bekerja lebih keras. Selain itu, kita dituntut untuk pandai berimprovisasi. Dan tentu saja improvisasi yang kita lakukan sebaiknya ada dalam topik yang relevan.

Semua hal pasti ada kelebihan dan kekurangannya, begitu juga dengan metode ini. Salah satu kelebihan dari metode impromptu ialah pidato akan terlihat natural karena semua berjalan secara spontan. Adapun kekurangannya yaitu kadang-kadang pidato yang disampaikan bisa melebar dari pembahasan semula.

Kemampuan berpidato menggunakan metode impromptu biasanya dimiliki oleh orang-orang yang dapat berpikir cepat dan memiliki wawasan yang luas. Jika ingin menguasai metode tersebut, kita bisa mencobanya di rumah. Cobalah untuk berpidato tentang topik yang belum kita bahas sebelumnya. Semangat...

2. Metode Pidato Memoriter;

Apakah Anda termasuk orang yang senang menghafal? Bila benar, metode memoriter sangat cocok untuk Anda. Sebelum berpidato, Anda dipersilahkan untuk membuat naskah. Usahakan untuk membuat naskah sebaik dan sebisa mungkin diambil dari berbagai sumber yang valid, agar isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Kelebihan dari metode memoriter yaitu penyampaian pidato lebih terarah karena pembahasan sudah dipersiapkan sebelumnya dan kita bisa membuat kesimpulan yang jelas. Adapun kekurangannya yaitu terlalu fokus pada naskah, sehingga apabila kita mendadak lupa otomatis akan merasa panik dan akhirnya grogi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menguasai naskah sampai benar-benar mantap.


3. Metode Pidato Naskah

Metode ini disebut juga Manuskrip. Dalam pelaksanaannya, kita berpidato dengan membaca naskah. Di televisi, kita sering melihat presiden berpidato dengan metode naskah dalam pidato kenegaraannya.

Kelebihan metode naskah yaitu pembahasan lebih sistematis atau memiliki alur yang jelas dan bahasanya tertata dengan baik. Walaupun demikian, tapi metode tersebut kekurangannya yaitu penyampaian terkesan kaku dan pandangan kita tidak fokus pada audiens karena selama berpidato hanya melihat teks.


4. Metode Pidato Ekstemporan

Dari ketiga metode di atas, metode ekstemporan adalah favorit saya. Untuk menerapkannya, kita harus membuat poin-poin penting atau garis besar yang akan kita sampaikan dalam pidato. Melalui metode ini kita dapat merancang persiapan secara umum, dan selebihnya kita dapat mengeksplorasi berbagai informasi dari sumber-sumber yang mendukung.

Kelebihan dari metode ekstemporan yaitu tidak perlu menghafal dan membaca naskah; penyampaian pidato terlihat natural; lebih bersifat fleksibel, artinya saat pikiran mendadak buntu kita bisa melanjutkan pidato dengan beralih ke poin penting selanjutnya. Adapun kekurangannya mungkin dari segi pembahasan yang kurang mendalam.

Pembahasan tentang 4 metode pidato saya akhiri penjelasannya sampai di sini. Semoga informasi tersebut dapat menambah pengetahun kita, sehingga nanti, kita dapat memilih metode apa yang cocok/sesuai untuk kita gunakan.