Minggu, 24 Juni 2018

Contoh Pidato Bahasa Jawa Peringatan Hari Ibu Nasional


Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.

Contoh Pidato



    Pembukaan Pidato Bahasa Jawa Hari Ibu

    (Pembukaan pidato hari ibu ini anda dapat isi dengan salam dan penghormatan sesuai dengan para hadirin maupun penyelenggara acara peringatan hari ibu).

    Isi Pidato Hari Ibu :

    Poro rawuh ingkang kulo hormati.
    Saderengipun taun 1945 kita bangsa Indonesia kajajah bangsa manca, antawisipun bangsa walanda. Ing pundit-pundi papan kathah para sedherek kita berontak lumawan panjajah.

    Wiwit saking Raden Ajeng Kartini ingkang ngupaya undhaking pahlawaning drajating wanita, dr. Wahidin lan dr. Sutomo saha perjuangan pahlawan sanesipun kita lajeng mangertos, bilih persatuan menika upaya ingkang trep uwal saking penjajahan.


    Poro rawuh ingkang kulo hormati.
    Taun 1928 para pemuda sa-Indonesia ngawontenaken pepanggihan ing Jakarta, sedaya sami prasetya mujudaken pakempalan kepingin mujudaken negara ingkang mardika. Para Ibu mboten purun kantun, awit gadhah raos kepingin mujudaken Indonesia ingkang merdeka, pramila para ibu sami prasetya ing taun 1928 menika ugi ngawontenaken pepanggihan ingkang dipundhalangi pakumpulan wanita sa-Indonesia. Lajeng ngawontenaken kongres ing Ngayogyakarta.

    Kongres menika dipunwontenaken wiwit tanggal 22-25 Desember 1928. Prasetya menika lajeng katetepaken minangka Hari Ibu lan dipunpengeti saben tanggal 22 Desember.

    Poro rawuh ingkang kinurmatan bangsa Indonesia sampun merdeka boten kajajah malih, menapa ayahanipun para ibu sampun rampung?

    Poro ibu tasih kedah berjuang, kangge ngisi kamardikan, kanthi ndherek nyengkuyung nggayuh pemimpin ingkang luhur, bangsa Indonesia inggih menika mujudaken masyarakat adil lan makmur adhedhasar Pancasila lan Undang-Undang Dasar 1945. Sedaya gegayuhan saged maujud kanthi lelabuhanipun ibu, trep kaliyan tetembungan “Wanita itu tiang negara”.
    Penutup pidato bahasa jawa Hari Ibu

    (Untuk penutup pidato pun sama dengan diakhiri salam serta rasa terima kasih kepada para pendengar dan hadirin).




Mungkin Yang Kamu Cari: