Rabu, 14 November 2018

Pidato Singkat Menarik Tentang Keistimewaan dan kecintaan Pada bulan mulia Ramadhan

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
 Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt yang tiada henti memberikan rahmat dan ridhaNya kepada hambaNya yang senantiasa beristiqamah dan bertaqwa dalam agamaNya, Islam.
Satu diantara nikmatnya yang terindah adalah bulan mulia Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang termulia sepanjang tahun, dan bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah Swt.
Apa saja keistimewaan bulan mulia Ramadhan yang tak lama lagi akan datang kepada kita? Diantara keistimewaan bulan mulia Ramadhan adalah:
1. Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi waktu diturunkannya kitab yang termulia, Al-Qur’an.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan (adalah bulan) yang diturunkan padanya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi semua manusia, dan (berisi) penjelasan dari petunjuk (itu) dan sebagai pembeda (antara yang al-haq dan al-bathil)”
QS. Al-Baqarah: 185
Kitab suci termulia diturunkan pada waktu termulia, pada malam termulia dari bulan termulia, melalui Malaikat termulia, diturunkan kepada nabi termulia, manusia ter-mulia, untuk menjadi pedoman hidup bagi umat termulia.
Allahu Akbar.
Inilah kemuliaan-kemuliaan yang sepatutnya kita rasakan, kita tanamkan dalam sanubari kita, agar kita memiliki kepribadian yang mulia dengan Islam, dan perjuangan untuk memuliakan umat Islam dengan agama termulia, Islam.
2. Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi waktu pelaksanaan ibadah puasa yang diwajibkan kepada segenap umat Islam yang beriman.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai sekalian orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” QS. Al-Baqarah: 183
Ibadah Puasa yang diwajibkan selama sebulan penuh, adalah ibadah mulia yang memuliakan, ibadah yang membahagiakan dan menyehat-kan, ibadah yang menghapus dosa dan mensucikan jiwa, ibadah yang mendidik kita untuk disiplin dan mengendalikan diri, dan ibadah yang mendidik kita untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan memiliki simpati dan empati pada kaum dhuafa’.
3.Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi waktu diturunkannya malam termulia sepanjang tahun, malam yang bernilai seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ٭ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ٭ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ٭ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ٭ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar” QS. Al-Qadr: 1-5
Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَة القَدْر إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang Qiyamullail pada Lailatul Qadr dengan dorongan iman dan dengan niat yang ikhlas,niscaya diampuni seluruh dosanya yang telah lalu” HR. Bukhari dan HR. Muslim
4. Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk mengeluarkan zakat fitrah yang tidak diperintahkan pada bulan lainnya. Rasulullah Saw bersabda:
عن ابن عمر قال : فرض رسول زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر او صاعا من شعير على كلّ مر او عبد ذكر او انثى من المسلم
“Dari ibnu umar bahwa Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah di bulan suci Ramadhan kepada setiap orang satu sha’ (3 kg) kurma atu satu sha’ gandum atas setiap orang merdeka/budak laki-laki ataupun perempuan muslim”
Allah Swt berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat itu dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (dari kekikiran dan kecintaan oada harta benda) dan mensucikan (menyuburkan sifat kebaikan dalam hati) mereka” QS. At-Taubah: 103
5. Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk membuka pintu Syurga, menutup pintu Neraka, dan membelenggu Syaitan.
Rasulullah Saw bersabda:
إِذاَ دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أبْوَابُ جَـهَنَّمِ وَسلسلتْ الشَّيَاطِيْن
Ketika masuk bulan Ramadhan, dibuka semua pintu Syurga, ditutup semua pintu Jahannam dan dibelenggulah Syaitan-Syaitan” HR. Bukhari dan HR. Muslim
6. Bulan mulia Ramadhan dipilih oleh Allah Swt untuk menurun-kan rahmatNya yang sangat banyak dan membebaskan sejumlah besar hambaNya dari adzab Neraka. Rasulullah Saw bersabda:
وينادي مناد : يَابَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبلْ وَباَغِي الشَّرِّ أَقْصِرْ. ولله عتقاء من النا وذلك كل ليلة
“(Pada malam pertama bulan Ramadhan) berteriaklah penyeru: “Wahai pencari kebaikan, menghadaplah! Wahai pencari kejelekan, berhentilah!” Allah membebaskan banyak hambaNya dari Neraka dan itu terjadi setiap malam (dalam bulan Ramadhan)” HR. Tirmidzi, HR. Ibnu Majah, dan HR. Ibnu Khuzaimah. Dinilai hasan oleh Al-Albani.
Dengan meyakini kemuliaan bulan mulia Ramadhan, akan mendasari kecintaan pada bulan istimewa ini. Sebuah cinta tulus dan suci yang kita harapkan menjadi motivator dalam mengoptimalisasikan ibadah, tila-wah, sedekah, ukhuwah, tazkiyah, dan segenap amal shaleh pada bulan mulia tersebut.
Kecintaan pada bulan mulia Ramadhan adalah perwujudan iman pada Allah Swt, karena salah satu karakteristik muslim yang beriman adalah:
وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
“Orang yang beriman sangat cinta kepada Allah” QS. Al-Baqarah: 165
Cinta kepada Allah swt mengajarkan kita untuk cinta kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw bersabda:
ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر كما يكره أن يقذف في النار
“Ada tiga hal, siapa yang memilikinya niscaya dia akan merasakan manisnya iman, (1) bahwa Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) bahwa ia cinta kepada seseorang hanya karena Allah semata, (3) bahwa ia tidak mau kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak mau dilemparkan ke dalam Neraka” HR. Bukhari
Kecintaan pada Allah, kecintaan pada Rasulullah Saw, dan kecintaan pada sesama muslim karena Allah, serta benci pada kekafiran, adalah dasar hukum yang sangat kuat untuk menegaskan kecintaan pada bulan mulia Ramadhan, serta semakin cinta pula pada shalat, cinta masjid, cinta Qiyamullail, cinta zakat, cinta tilawah Qur’an, cinta dzikir dan do’a, cinta nasehat, cinta ceramah, cinta pengajian dan majelis ta’lim, serta cinta pada seluruh amal shaleh dan amal jariyah yang diperintahkan oleh Allah Swt dan Rasulnya Saw.
Mari kita sambut datangnya bulan mulia Ramadhan dengan menyiapkan seluruh pikiran, energi, jiwa, keikhlasan, dan mentalitas kita untuk menikmati kemuliaan yang Allah berikan kepada hambaNya yang senantiasa bertaubat dan berpegang teguh pada agamanya.


 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran
  • contoh pidato tentang lingkungan
  • contoh pidato tentang disiplin
  • contoh pidato agama
  • contoh pidato narkoba
  • contoh pidato perpisahan
  • contoh pidato persuasif
  • contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan
  • contoh pidato pendidikan moral
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat agama islam tentang sabar
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • pidato agama tentang menuntut ilmu
  • pidato agama islam singkat tentang ibu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato bahasa indonesia singkat tentang agama islam

Contoh Pidato Singkat Menarik Tentang Hari akhirat di depan mata “Kita Semua Calon Jenazah”

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
 Setiap muslim pasti dan wajib meyakini hari akhirat. Karena keyakinan pada keberadaan hari akhirat adalah syarat keislaman kita. Keyakinan ini adalah rukun iman yang kelima.
Penanaman dan peneguhan keyakinan ini dilakukan oleh Allah swt melalui Al-Qur’an, dalam ratusan Ayat-Nya yang mulia. Pada realitas keislaman kita, iman kepada hari akhirat sangat erat kaitannya dengan semua aspek kehidupan.

Pengertian iman kepada hari akhirat

Iman kepada hari akhirat berarti: keyakinan yang utuh, benar dan mendalam, tidak dicampuri dengan keraguan sedikitpun, tentang adanya kehidupan setelah kematian, adanya kebangkitan dari kubur dan seluruh yang terkait dengannya, termasuk keberadaan syurga dan neraka, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih.

Hal-hal yang terkait dengan hari akhirat:

1. Kondisi sakaratul maut
2. Proses pencabutan nyawa
3. Keadaan Alam Kubur
4. Tanda-tanda hari Kiamat
5. Proses kiamat kubra
6. Proses hari bangkit
7. Keadaan di Padang Mahsyar
8. Pembagian kitab amal
9. Pengadilan yang Maha Adil
10. Penimbangan amal
11. Syafaat
12. Haudh (Telaga Nabi Muhammad saw)
13. Shirat (Jembatan di atas neraka menuju syurga
14. Keadaan Neraka dan penderitaan penghuninya
15. Keadaan syurga dan kenikmatan penghuninya

Landasan Qur’ani iman kepada hari akhirat

Iman kepada hari akhirat adalah kewajiban setiap muslim. Allah swt menjelaskan hal itu, ketika menjelaskan karakteristik orang yang bertaqwa. Salah satu karakteristik tersebut ialah:
وَبِاالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُون
Mereka yakin terhadap akhirat. QS. Al-Baqarah : 4
Al-Qur’anul Karim memberikan perhatian khusus pada penanaman dan peneguhan iman kepada hari akhirat. Mari kita merenungkan dengan seksama ayat-ayat mulia berikut ini:
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. QS. Yasin: 77-79
Ayat-ayat yang mulia ini ingin memberi kesadaran pada kita bahwa manusia yang diciptakan oleh Allah swt dari setetes air mani, tampil melawan Allah swt. Melawan Allah dengan pembangkangan terhadap ajaran-ajaranNya.
Melawan Allah dengan segala kebanggaan dalam berbuat dosa. Melawan Allah dengan pengingkaran terhadap kebangkitan setelah kematian.
Setelah itu, Allah swt memberikan bukti-bukti logis dan faktual tentang kepastian hari kebangkitan.

Kematian adalah sebuah kepastian

Dalam upaya peningkatan iman kepada hari akhirat, hal pertama yang perlu diperkuat dalam diri kita ialah kesadaran yang berkesinambungan pada kepastian kematian kita semua. Membangun sikap sadar mati, sangatlah besar pengaruhnya pada keterarahan jiwa, kejernihan pikiran dan motivasi ibadah dan amal shaleh.
Kematian adalah peristiwa yang kita saksikan dan kita dengarkan hampir setiap hari. Kematian tidak mengenal usia dan status sosial. Kematian mempunyai seribu satu macam jalan.
Kematian terkadang manimpa ratusan orang, ribuan orang, bahkan puluhan ribu orang sekaligus! Luar biasa! Allahu Akbar! Allah swt berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنْ النَّا رِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُور
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. QS. Ali Imran : 185
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُّمْ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Di mana saja kamu kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. QS. An-Nisa’: 78
Kita semua telah kehilangan minimal satu orang dari keluarga dekat kita, atau sahabat akrab kita, atau tetangga dekat kita, mereka semua telah mendahului kita ke alam barzakh.
Bahkan perjalanan sejarah manusia di dunia ini, mengajarkan kepada kita bahwa kita semua adalah pelaku-pelaku sejarah masa kini. Telah berlalu umat-umat dan bangsa-bangsa pelaku sejarah. Mereka semua meninggalkan dunia ini dengan amal-amal mereka masing-masing. Allah swt berfirman:
فكلا أخذنا بذنبه فمنهم من أرسلنا عليه حاصبا ومنهم من أخذته الصيحة ومنهم من حسفنا به الأرض ومنهم من أغرقنا وما كان الله ليظلمهم ولكن كانوا أنفسهم يظلمون
Maka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang di timpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. QS. Al-Ankabut: 40
Mareka semua telah pergi, kitapun pasti pergi.
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula. QS. Az-Zumar: 30
Mereka yang telah pergi itu, pernah sehat, kuat, berilmu, di antara mereka banyak yang kaya, berpangkat, bangsawan, dihargai, dimuliakan, ditakuti, dan disegani.
Di antara mereka yang telah pergi itu ada beberapa raja dan presiden, di antara mereka ada yang pernah menguasai dunia. Namun mereka telah tiada, dan kitapun pasti akan tiada. Kebaikan dan kejelekan mereka diceritakan dan dikenang orang, kebaikan dan kejelekan kitapun akan diceritakan dan dikenang orang lain.
Lebih dari itu, yang mesti kita sadari bahwa kematian itu adalah awal dari pengadilan akbar yang Maha Adil. Di sanalah kita akan mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita di dunia ini.
Pada pengadilan itu, ada saatnya mulut terkunci, tak dapat berbicara, lalu tangan dan kakilah yang berbicara, menjelaskan semua perbuatan selama hidup di dunia.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksisanlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. QS. Yasin: 65
Pada hari akhirat, kita akan mendapatkan balasan terhadap seluruh kebaikan yang telah kita kerjakan dan akan mendapatkan balasan terhadap semua kejelekan yang tidak diampuni oleh Allah swt.
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ. فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَه وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَه .
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam kedaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan lepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula. QS. Az-zalzalah: 6-8
Inilah keyakinan kita tentang kematian, yaitu bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru ia adalah awal dari segalanya. Kematian adalah pertanggunganjawab.
Kematian adalah awal sebuah pengadilan akbar yang paling adil. Kematian adalah awal dari kehidupan yang hakiki, kehidupan yang abadi.

Manfaat mengingat kematian

Atas dasar keyakinan bahwa kematian sebagai sebuah kepastian. Atas asar keyakinan bahwa kematian penuh dengan resiko dan tanggugjawab.
Atas dasar keyakinan bahwa kematian adalah awal dari kehidupan selamanya. Maka kita harus memperbanyak mengingat kamatian.
Kita harus memperpanjang masa sadar kita terhadap kematian, itulah yang memotivasi kita untuk rajin beribadah, menikmati ibadah dan amal shaleh, senang bertaubat dan bahagia dengan dzikir dan do’a.
Singkatnya, mengingat kematian sangat banyak manfaatnya, antara lain:
1.Mengurangi kecintaan terhadap dunia,
2.Memotivasi untuk rajin beribadah,
3.Menikmati ibadah dan amal shaleh,
4.Mencari dan melakukan amal-amal yang paling afdhal,
5.Memotivasi untuk bertaubat, meninggalkan dosa,
6.Menikmati indahnya istighfar, dzikir dan do’a,
7.Memotivasi untuk rajin bersedekah dan menolong orang lain,
8.Memotivasi untuk bersifat pemaaf terhadap kesalahan orang lain,
9.Selalu bersiap untuk menerima kematian setiap hari,
10.Selalu bersifat tawadhu’, tidak takabbur. Bahkan selalu meminta maaf terhadap sesama manusia.
Inilah sebagian dari manfaat mangingat kematian. Rasulullah saw memerintahkan kita untuk memperbanyak mengingat kematian. Beliau bersabda:
(أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرٍ هَاذِم اللَّذَّاتِ (الموت
Perbanyaklah mengingat pemutus semua kenikmatan (kematian). HR. Al-Bukhari
Bila dalam sehari kita tidak mengingat kematian, berarti kita dalam kelalaian. Bila dalam perjalanan kita tidak mengingat kematian, alangkah ruginya kita.
Bila kita mengunjungi orang sakit lalu kita tidak mengingat kematian, alangkah kerasnya hati kita. Bila kita melihat jenazah/ mengantar jenazah, lalu kita masih tertawa, kapan kita mau sadar?
Kita semua berjalan menuju kematian. Kita semua calon pasti untuk menjadi jenazah. Tidak ada calon yang tidak jadi dalam urusan kematian.
Marilah kita sadar. Marilah kita waspada. Marilah kita memperbaiki diri. Marilah kita mensucikan diri. Mari berjuang terus. Semoga kita bertemu di Jannatul Firdaus yang abadi. Amin.

 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran
  • contoh pidato tentang lingkungan
  • contoh pidato tentang disiplin
  • contoh pidato agama
  • contoh pidato narkoba
  • contoh pidato perpisahan
  • contoh pidato persuasif
  • contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan
  • contoh pidato pendidikan moral
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat agama islam tentang sabar
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • pidato agama tentang menuntut ilmu
  • pidato agama islam singkat tentang ibu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato bahasa indonesia singkat tentang agama islam

Pidato singkat Tentang Kiat Khusyu’ Dalam Sholat

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Kita semua telah mengetahui bahwa khusyu’ itu substansi ibadah shalat. Sehingga kualitas shalat kita, sangat terkait dengan tingkat khusyu’ kita. Oleh karena kita semua menegakkan shalat minimal 17 rakaat setiap hari dan malam, bahkan sebaiknya ditambah 10 atau 12 rakaat shalat rawatib.
Lebih baik lagi kalau shalat witir 3 rakaat setiap malam atau Qiyamullail bersama witir 11 rakaat. Dan lebih sempurna lagi bila kita rutin shalat Dhuha setiap pagi minimal 2 rakaat. Jumlah keseluruhannya ialah 42 rakaat.
Semakin besar perhatian kita kepada ibadah shalat, tentu semakin besar pula kesungguhan kita untuk meningkatkan khusyu’ kita. Mengapa ? karena khusyu’ itulah yang menghidupkan shalat kita.
Khusyu’ itulah rahasia efektifitas shalat kita. Dan khusyu’ itulah ciri khas pertama orang yang beriman yang disebut oleh Allah swt pada ayat 1 dan 2 dari surah al- Mu’minun :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْ مِنُوْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلاَ تِهِمْ خَا شِعُوْنَ
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka”. surah al- Mu’minun : 1-2 .
Itulah peranan khusyu’ dalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman. Pertanyaannya sekarang ialah : Apa itu khusyu’ ? Mengapa kita perlu menanyakan hal itu ? Karena pemahaman tentang khusyu’ adalah syarat pertama dan utama untuk mengamalkannya dan meningkatkannya.
Secara bahasa, khusyu’ berarti : tunduk, merendah, dan tenang. Allah swt berfirman :
وَخَشَعَتِ اْلأَصْوَاتُ لِلرَّحْمنِ فَلاَ تَسْمَعُ إِلاَّ هَمْسًا
“Dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali berbisik-bisikan saja”. Surah Thaha : 108.
Dalam pengertian ini, maka orang khusyu’ itu tunduk kepada Allah, merendah kepada Allah, merasakan kekecilannya dan kelemahannya di hadapan Allah. Menghayati rasa butuhnya kepada bantuan dan pertolongan Allah. Selain itu orang khusyu’ juga selalu bersikap tenang, terutama pada saat shalat dan pada saat bermunajat dengan Allah swt.
Dalam ayat mulia yang lain, Allah swt menjelaskan kriteria orang yang khusyu’ dalam shalat :
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesunggguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya”. surah al- Baqarah : 45-46
Ayat mulia ini menerangkan bahwa salah satu cara untuk memperoleh bantuan Allah ialah dengan menegakkan shalat. Ini memberi isyarat agar kita menegakkan shalat dengan semangat memohon bantuan Allah swt. Dan itu adalah satu kiat untuk khusyu’.
Kemudian Allah swt menerangkan bahwa ibadah shalat itu berat dikerjakan, kecuali bagi orang yang khusyu’, maksudnya , hanya orang yang khusyu’ yang dapat menikmati ibadah shalat.
Hanya orang yang khusyu’ yang dapat bahagia dengan ibadah shalatnya. Hanya orang yang khusyu’ yang mendapatkan ketenangan dari ibadah shalatnya.
Statement/ pernyataan Allah swt ini memberi jawaban kepada kita yang sering kali tidak bahagia dengan ibadah shalat.
Kita susah sebelum shalat, tetap susah setelah shalat. Mengapa ? Kita tidak khusyu’ dalam shalat. Ini pula jawaban atas kondisi sebagian kita yang kadang-kadang merasa malas sekali mengerjakan shalat.

Karena malasnya, sehingga shalat itu ditunda dan ditunda, sampai hampir habis waktunya. Karena malasnya sehingga tidak merasa terpanggil untuk ke masjid.
Tidak merasa menyesal bila tidak ke masjid. Tidak merasa perlu ke masjid. Mengapa demikian?. Karena shalat itu belum dinikmati. Karena shalat di masjid itu belum dirasakan manfaatnya. Mengapa ?. Karena belum khusyu’. Karena masih rendah khusyu’nya.
Bila kita khusyu’ niscaya shalat itu terasa sangat membahagiakan, sangat menenangkan. Bila kita khusyu’ niscaya kita akan merasakan bahwa shalat itu indah, nikmat, lezat, menguatkan iman, mensucikan hati, dan banyak lagi manfaat lainnya.
Ayat yang mulia kemudian menjelaskan siapa itu orang khusyu’, yaitu :
الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُلاَقُوْا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Di sini ada penghayatan iman pada hari Akhirat. Ini adalah salah satu kiat untuk khusyu’. Dan kita yang sering merasakan sulitnya khusyu’, kita tentu memerlukan kiat-kiat praktis untuk meningkatkan khusyu’. Mari kita renungkan kiat-kiat khusyu’ berikut ini :
1.Tumbuhkan dan suburkan rasa cinta kepada ibadah shalat.
2.Tumbuhkan dan suburkan rasa cinta kepada masjid.
3.Biasakanlah untuk berwudhu’ sebelum adzan.
4.Biasakanlah berwudhu’ perlahan-lahan, hemat air, basmalah sebelumnya, bersyahadat dan berdo’a setelahnya.
5.Biasakanlah bersikat gigi sebelum berwudhu’.
6.Memakai pakaian bersih, rapih dan sopan untuk shalat. Hadirkanlah dalam hati bahwa : “Saya akan menghadap penguasa seluruh penguasa”, “Saya akan menghadap Allah yang maha pengasih, maha perkasa”.
7.Biasakanlah menghilangkan bau badan, dan pakailah minyak wangi secukupnya. (kecuali bagi wanita yang akan ke masjid, tidak dianjurkan memakai minyak wangi).
8.Biasakanlah berdo’a dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi setiap kali keluar dari rumah, terutama ke masjid.
9.Berjalan ke masjid dengan penghayatan bahwa setiap langkah menambah pahala dan menghapus dosa.
10.Biasakanlah berdo’a ketika berjalan ke masjid.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا
“Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, di lidahku ada cahaya, jadikanlah di pendengaranku cahaya, jadikanlah di penglihatanku cahaya, jadikanlah di belakangku cahaya, di depanku cahaya, jadikanlah di atasku cahaya, di bawahku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya.” HR. Muslim
11.Biasakanlah memberi salam dan menyapa orang yang kita jumpai di jalan.
12.Biasakanlah berdo’a ketika masuk masjid :
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Dengan nama Allah, dan salawat serta salam kepada Rasulullah, Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu” HR. Muslim
13.Dahulukanlah kaki kanan ketika masuk.
14.Biasakanlah shalat tahiyatul masjid 2 rakaat sebelum duduk di masjid. Upayakanlah konsentrasi mengigat Allah ketika shalat.
15.Biasakanlah menjawab adzan dengan lafazh-lafazh yang sama, kecuali pada lafazh :
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةُ . حَيَّ عَلَى اْلفَلاَح
Kita menjawab dengan ucapan :
لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّبِا للهِ
“Tidak daya dan kekuatan kecuali dari Allah”.
16.Biasakanlah berdo’a setelah adzan/ mendengar adzan.
17.Dirikanlah shalat 2 rakaat setelah adzan selesai, termasuk shalat Qabliyah, bila shalat wajib itu ada Qabliyahnya.
18.Memperbanyak do’a antara adzan dan qamat. Sebab pada saat itu,do’a dikabulkan Allah swt
19.Mengamalkan wirid-wirid sunnah seperti wirid Tahlil 100 x, Tasbih 100 x dan Istighfar 100 x.
20.Upayakan pula membaca al-Qur’an walau sedikit. Bila tidak sempat sebelum qamat, laksanakanlah tilawah itu setelah shalat.
21.Upayakanlah shalat jamaah di shaf pertama, di bagian kanan. Karena malaikat itu bershalawat kepada orang yang shalat di shaf pertama dan di bagian kanan.
22.Luruskan dan rapatkan shaf.
23.Biasakanlah menghadirkan niat ikhlas sebelum takbiratul ihram. Bahwa kita akan shalat dengan harapan mendapatkan ridha Allah swt.
24.Biasakanlah menghayati setiap bacaan shalat. Hadirkanlah terjemahan setiap bacaan itu di dalam hati. Hayatilah setiap gerakan shalat, sebagai gerakan menyembah Allah.
25.Tidak mendahului imam dan tidak terlalu terlambat dari gerakan imam.
26.Menyempurnakan dzikir ba’da shalat.
27.Menegakkan shalat Ba’diyah, bila shalat itu ada ba’diyahnya.
28.Berdo’a memohon Syurga, berdo’a untuk kedua orang tua, berdo’a agar amal ibadah kita makbul.
29.Memberi salam, menyapa dan bersilaturrahim secara singkat dengan para jamaah masjid.
30.Bahagiakan diri dengan ibadah-ibadah ini. Bayangkanlah bahwa amal kita diterima Allah swt. Do’a kita dikabulkan Allah swt.
31.Keluar dari masjid dengan mendahulukan kaki kiri, sambil berdo’a :
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلك اَللَّهُمَّ اَعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
“Dengan Nama Allah, Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu karuniaMu. Ya Allah, peliharahlah aku dari syaitan yang terkutuk. HR. Muslim
32.Jauhilah uang yang haram.
33.Mengurangi menonton tayangan yang haram.
34.Mengurangi perbuatan, kegiatan, dan ucapan yang tidak berguna.
Itulah beberapa kiat untuk khusyu’. Mari mengamalkannya dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Lalu fastaqim (beristiqamahlah)
Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA
 
 
 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran
  • contoh pidato tentang lingkungan
  • contoh pidato tentang disiplin
  • contoh pidato agama
  • contoh pidato narkoba
  • contoh pidato perpisahan
  • contoh pidato persuasif
  • contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan
  • contoh pidato pendidikan moral
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat agama islam tentang sabar
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • pidato agama tentang menuntut ilmu
  • pidato agama islam singkat tentang ibu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato bahasa indonesia singkat tentang agama islam

Selasa, 13 November 2018

Contoh Pidato Singkat Tentang Kiat Mengurangi Kelalaian

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Dalam hidup keseharian, sering kali kita terjerumus dalam ghaflah (kelalaian). Yaitu pada saat-saat kita lupa terhadap Allah, waktu-waktu yang tidak diisi dengan dzikir, fikir, dan ibadah lainnya.
Mari kita renungkan :
Betapa banyak waktu yang kita habiskan dalam obrolan yang tidak bermanfaat ?!. Betapa banyak usia yang kita habiskan dengan menonton tayangan yang tidak bermanfaat ?!.
Itulah kondisi lalai. Dan inilah yang dilarang oleh Allah Swt dalam ujung ayat yang mulia :
َولاَتَكُنْ مِنَ اْلغَافِلِيْنَ
“Janganlah kamu termasuk orang yang lalai”. Surah Al-A’raf 205
Selain saat-saat lalai yang disebutkan tadi, masih ada sejumlah contoh kelalaian yang lebih halus lagi, yang perlu kita cermati, seperti : Kelalaian mengingat kematian.
Kelalaian memohon syurga. Kelalaian berlindung diri kepada Allah dari syetan. Kelalaian berbuat baik terhadap kedua orang tua. Kelalaian mengontrol lidah, menguasai mata, mengendalikan emosi, menahan keinginan untuk berbuat dosa.
Marilah kita menyadari bila dalam sehari semalam, kita tidak mengingat bahwa kita akan mati, maka kita telah lalai. Bila dalam 24 jam kita tidak pernah berdo’a memohon syurga dan memohon dijauhkan dari neraka, niscaya kita telah lalai.
Bila tidak pernah terbetik di hati kita bahwa kita menghadapi musuh utama kita yaitu syetan, berati kita telah lalai !. Bila dalam sehari semalam kita tidak mengingat kebaikan ibu dan bapak kita dan tidak mendo’akan mereka, berarti kita telah lalai !. Astaghfirullahal Al-Azhim.
Bila kita telah menyadari bahwa semua ini adalah kelalaian dan kita telah menyakini bahwa kelalaian itu adalah dosa, maka kewajiban kita sebagai muslim–muslimah, ialah mengurangi kelalaian. Mengalahkan kelalaian. Bangkit dari kelalaian.
Bagaimana caranya ?.

Berikut ini beberapa kiat untuk mengurangi kelalaian :

1. Menyusun Planning ibadah setiap hari
Menyusun perencanaan ibadah yang menyeluruh setiap hari, adalah satu keharusan bila kita ingin mengurangi kelalaian. Oleh karena perencanaan ibadah yang menyeluruh berarti keinginan yang kuat untuk meningkatkan kepatuhan kepada Allah, kemauan keras untuk memperbanyak amal shaleh sepanjang hari.
Perencanaan seperti ini akan sangat memotivasi kita untuk meningkatkan ibadah dan mengurangi kelalaian.
Sebagai contoh : Orang yang merencanakan untuk shalat shubuh di masjid, tentu lebih termotivasi dibanding orang yang tidak merencanakan ibadah tersebut.
Contoh lain : orang yang merencanakan untuk membaca istighfar 100 X sehari, tentu tidak sama dengan orang yang tidak merencanakannya.
Orang yang mempunyai perencanaan ibadah, telah memiliki rujukan muhasabah/ introspeksi dan telah menapak anak tangga peningkatan yang berkesinambungan. Allah telah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan (amal) apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Surah Al-Hasyer : 18
Ayat yang mulia ini mengandung sebuah panggilan indah buat kita para hamba Allah yang beriman, lalu disusul dengan perintah intropeksi yang diapit oleh dua perintah taqwa, kemudian ditutup dengan penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan.
Penegasan ini bertujuan agar kita berusaha untuk senantiasa menghadirkan dibenak kita keyakinan bahwa kita selalu diawasi oleh Allah. Pengamalan Ayat mulia ini tentu memerlukan planning ibadah yang menyeluruh dan berkesinambungan.
2. Selalu bertanya pada diri sendiri: “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?”
Agar kita termotivasi untuk melawan dan mengalahkan kelalaian, agar kita senantiasa terarah dan terpimpin, maka kita dianjurkan untuk selalu mengajukan pertanyaan ini kepada diri kita sendiri : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?”.
Sebagai contoh :
Pada saat kita mendengar adzan, kita segera bertanya pada diri kita : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?”. pertanyaan ini akan membangunkan kita dari kelalaian dan memotivasi kita untuk memenuhi panggilan adzan.
Pada saat kita di masjid, bertanyalah pada diri sendiri : “Apa yang sebaiknya saya lakukan di masjid ?”.
Pada saat kita di kendaraan, bertanyalah pada diri sendiri :”Apa yang sebaiknya saya lakukan di kendaraan ?”.

Pada saat kita di pasar, bertanyalah pada diri sendiri : “Apa yang sebaiknya saya lakukan di pasar ?”. Demikianlah seterusnya.
Pertanyaan ini sangat membantu untuk menghadirkan kasadaran akan penting dan wajibnya kita patuh dan taat kepada Allah setiap saat dan di setiap tempat.
Landasan Qur’ani pertanyaan ini ialah beberapa Ayat Al-Qur’an tentang dekatnya hari kiamat, tentang perintah untuk bersegera beramal shaleh, perintah untuk berlomba dalam kebaikan. Sebagai contoh : Firman Allah :
إِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غُفْلَةٍ مُعْرِضُوْنَ
“Telah dekat saatnya manusia dihisab, dan mereka dalam kelalaian dan mereka berpaling “. ( Surah : Al-Anbiya’ : 1 )

Pertanyaan : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini”. adalah salah satu bentuk pengamalan dari ayat yang mulia ini, agar kita mengingat hisab, mengingat akhirat, agar kita tidak lalai dan tidak berpaling. Dalam surah lain, Allah Swt berfirman :
وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (Surah : Ali –Imran : 133)
Pengamalan Ayat ini antara lain dengan selalu bertanya pada diri sendiri : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini”.
Oleh karena pertanyaan ini akan menyadarkan kita untuk bersegera beribadah, bergegas beramal, tidak menunda-nunda kebaikan.
Dalam surah lain, Allah SWT berfirman :
فَا سْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlombalah kamu dalam kebaikan”. Q.S. : Al-Baqarah : 148.
Kalau kita bertanya : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?”. Maka kita bermaksud untuk memotivasi diri kita untuk berlomba dengan orang lain dalam kebaikan dan amal shaleh.
Singkatnya : pertanyaan : “Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini ?” adalah kiat yang sangat baik untuk menghilangkan kelalaian, menghadirkan kesadaran dan memotivasi diri untuk beribadah dan beramal shaleh.
3. Memperbanyak dzikir
Kiat yang ketiga untuk menghilangkan kelalaian adalah: memperbanyak dzikir. Memperbanyak dzikir adalah perintah Allah Swt :
يَاأَيُّهَا اَّلذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوْا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
“Wahai sekalian orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak, bertasbihlah kamu kepadaNya setiap pagi dan setiap petang “. Surah Al-Ahzab : 41-12
Memperbanyak dzikir berarti berdzikir sesuai dengan sunnah Nabi Saw pada setiap saat, kecuali pada saat kita di kamar mandi. Dzikir yang banyak ialah dengan mengulang ulangi kalimat-kalimat thayyibah :
سُبْحَانَ اللهُ، اَلْحَمْدُ للهِ، اللهُ أَكْبَرْ، لآ إِلَهَ إِلاَّ الله، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَةَ إِلاَّ بِاللهِ
“Maha suci Allah, segala Puji bagi Allah, Allah maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dari Allah”.
Membaca wirid, tahlil 100 X sehari :
لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiriNya, tidak ada sekutu bagiNya, miliknya seluruh kekuasaan. milikNya seluruh pujian. Dan DIA maha berkuasa atas segala sesuatu”.
Dzikir yang banyak yang sesuai dengan sunnah, sangat efektif menyambung hati kita dengan Allah yang Maha Pemurah, Maha Penyayang.
Itulah tiga kiat mengatasi kelalaian dalam hidup keseharian. Marilah kita amalkan ketiga kiat ini dengan niat ikhlas dan mujahadah yang tinggi, kemudian fastaqim ! (beristiqamalah) !
Oleh: Mudzakkir M. Arif, M
 
 
 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran
  • contoh pidato tentang lingkungan
  • contoh pidato tentang disiplin
  • contoh pidato agama
  • contoh pidato narkoba
  • contoh pidato perpisahan
  • contoh pidato persuasif
  • contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan
  • contoh pidato pendidikan moral
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat agama islam tentang sabar
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • pidato agama tentang menuntut ilmu
  • pidato agama islam singkat tentang ibu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato bahasa indonesia singkat tentang agama islam

Pidato Islami Singkat Tentang Ikhlas

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد
Ikhlas adalah perintah Allah Swt dan salah satu syarat diterimanya setiap amal. :
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ
“Tidaklah mereka (manusia) diperintahkan selain agar mereka beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan kepadaNya seluruh aspek pengamalan agama ini”. Q.S. Al- Bayyinah : 5
Ikhlas secara bahasa berarti kesucian. Dan ulama mendefinisikannya dengan:
“Kesucian hati dari keinginan untuk mendapatkan sesuatu dari satu amal, selain ridha Allah Swt”.
Jadi ikhlas itu adalah niat, keinginan, tujuan, harapan, untuk mendapatkan ridha Allah semata pada setiap amal ibadah kita. Maka ia harus dihadirkan di dalam hati kita pada setiap amal ibadah kita.
Bila kita tidak menghadirkannya, maka kita tidak berniat, pada saat itu kita lalai. Marilah kita mengingat dan merenungkan masalah ini :
“Benarkah kita selalu berusaha menghadirkan niat ikhlas setiap kali kita akan shalat ?”. “Benarkah kita selalu menghadirkan niat ikhlas setiap kali kita akan bersedekah ?”.
“Benarkah kita selalu berniat ikhlas setiap kali kita akan membaca Al-Qur’an ? Menghadiri pengajian ? Mencari nafkah ?”.
Dari rendahnya tingkat efektifitas/ keberhasilan/ keberkahan amal ibadah kita secara umum, dapat kita pahami bahwa salah satu kekurangan kita dalam amal ibadah selama ini ialah bahwa kita tidak menghadirkan niat ikhlas itu.
Sekiranya kita selalu menghadirkan niat ikhlas setiap akan shalat, niscaya ibadah shalat kita akan lebih berhasil mendidik kita untuk menjauhi maksiat. Ibadah kita akan lebih berkah sehingga kita lebih bahagia dengan ibadah.
Sesungguhnya perintah peneguhan niat ikhlas di hati ini, kita pahami dari firman Allah swt :
قُلْ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْ تُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
“Katakanlah : “Sesungguhnya shalatku, seluruh ibadahku/ sembelihanku, seluruh aktifitas kehidupanku, dan penyebab kematianku, kupersembahkan hanya untuk Allah, Tuhan alam semesta. Tidak ada sekutu bagiNya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang pertama yang menyerahkan diri kepada Allah”.
QS. Al-An’am : 162-163
Ayat yang mulia ini menjelaskan perintah untuk menegaskan bahwa ibadah shalat dan seluruh bentuk ibadah, hidup dan mati, jiwa dan raga, kita persembahkan hanya kepada Allah semata. Karena kita hanya mencari ridha Allah. Tak ada duaNya !.
Sesungguhnya inilah salah satu dasar pengamalan sebagian saudara kita pengikut madzhab Imam Syafi’i untuk membaca lafazh “Ushalli” setiap kali akan Takbiratul Ihram, baik pada shalat wajib, maupun pada shalat sunnah.
Tujuan mereka ialah, untuk meneguhkan niat ikhlas di hati. Masalahnya ialah, lafazh-lafazh “Ushalli” itu tidak bersumber dari Nabi Muhammad Saw. Lafazh-lafazh itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Saw, bahkan tidak pula dicontohkan oleh para sahabat beliau.
Kita yang tidak membaca Lafazh “Ushalli” seringkali melakukan kesalahan, karena tidak berniat ikhlas. Kita hanya berniat mau shalat, tapi tidak berniat mau mendapatkan ridha Allah !. Ini Adalah kelalaian. Ini adalah kesalahan. Karena setiap amal itu, dinilai dari niatnya. Rasulullah Saw bersabda :
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang mendapat apa yang diniatkan”. Muttafaq Alaih.

Kiat Kiat Ikhlas

1. Ucapkan dalam hati : “Saya melakukan amal ini untuk mendapatkan ridha Allah semata.”. Atau “Saya mengharapkan ridha Allah semata”.
Ungkapan ini hanya diucapkan dalam hati, karena ikhlas itu adalah ibadah hati. Tidak diucapkan dengan lisan. Karena tidak ada contohnya dari Nabi Saw.
2. Melakukan renungan pada urgensi ridha Allah Swt dalam hidup ini.Yaitu dengan membayangkan betapa bahagianya hidup kita jika kita diridhai oleh Allah Swt. Bangunlah keyakinan bahwa hidup kita akan susah dan sengsara, jika Allah murka kepada kita. Naudzubillah.
Renungan seperti ini sangat penting untuk kita lakukan, agar tertanam kuat dalam kepribadian kita betapa besar peranan ridha Allah dalam hidup ini. Dan bahkan, hidup ini tidak bermakna dan tidak bernilai jika tanpa ridha Allah.
Allah Swt berfirman :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ، فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا، وَنَحْشُرُه ُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Siapa yang berpaling dari peringatanku, niscaya dia pasti mendapatkan penghidupan yang sempit, dan kami akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Surah Thaha : 124
Semakin sering kita melakukan renungan pada urgensi ridha Allah, niscaya semakin kuat dorongan untuk mendapatkan ridha Allah, dan itulah ikhlas.
Dan keinginan itulah yang memotivasi kita untuk meningkatkan ibadah, untuk semakin taat kepada Allah, semakin kuat menjauhi dosa. Karena dosa itu mengundang murka Allah. Dan jika kita semakin ikhlas, maka kita semakin takut berbuat dosa.
3. Menumbuhkan dan memperkuat kerinduan kepada syurga.
Yaitu dengan melakukan renungan pada kebenaran, kenikmatan dan keabadian Syurga untuk orang-orang yang dirahmati oleh Allah Swt.
Renungan seperti ini sangat penting untuk memperkuat niat ikhlas dan memotivasi kita untuk semakin taat kepada Allah Swt. Oleh karena Allah Swt menjelaskan dalam al-Qur’an kebenaran, kenikmatan dan keabadian Syurga secara rinci, tujuanNya ialah untuk memotivasi secara kuat agar kita memperbaiki dan memperbanyak amal untuk mendapatkan Syurga. Dan kita diajar oleh Rasulullah saw untuk berdo’a secara rutin, memohon Syurga:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu ridhaMu dan Syurga, dan aku berlindung kepadaMu dari murkaMu dan Neraka”.
Jadi kenginan untuk masuk Syurga itu tidak bertentangan dengan keikhlasan. Tidak sama dengan pendapat sebagian ahli tasawuf bahwa beramal untuk masuk Syurga itu tidak ikhlas. Tidak demikian !. Oleh karena keinginan untuk masuk Syurga itu adalah tanda iman. Kerinduan pada Syurga itu diajarkan oleh Allah dan RasulNya. Allah swt berfirman:
وَسَا رِعُوْ ا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari TuhanMu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa “. Surah Ali Imran : 133
Dan dalam do’a di atas, Rasulullah Saw menggandengkan kata ridha dengan Syurga :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةِ
Ini berarti bahwa keduanya tidak kontradiktif, tidak bertentangan, bahkan sejalan. Karena mustahil Allah Swt meridhai seorang hambaNya lalu tidak dimasukkan ke Syurga, dan mustahil seseorang dimasukkan ke Syurga jika Allah tidak ridha kepadanya.

Kesimpulan

Hidupkanlah kerinduan untuk masuk Syurga. Perbanyaklah membayangkan Syurga. Karena salah satu kelalaian kita, jika dalam sehari semalam kita tidak pernah mengingat Syurga !.
Syurga adalah cita-cita tertinggi kita.
Syurga adalah tempat terakhir kita, yang abadi
Syurga tujuan seluruh amal ibadah kita.
Syurga lebih kita utamakan dari segalanya.
Demikianlah kita berniat ikhlas. Itulah tiga kiat untuk ikhlas dan semakin ikhlas. Mari kita amalkan kiat ini, dengan penuh kesungguhan, lalu fastaqim (Beristiqamahlah) !


Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Contoh Teks Pembina Upacara Motivasi Belajar

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuh, wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhillalah, wa mayudhlil falaa haa diya lah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh.
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Kepala Sekolah beserta staf..
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru beserta karyawan sekolah….
Dan anak-anakku dari kls 1 sampai kelas 6 Saya Sayangi dan saya banggakan Siswa/Siswi sekolah…
Yang pertama-tama marilah kita panjatkan puji, syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua, sehingga pada pagi hari yang cerah ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan upacara bendera pada pagi hari ini dengan hikmat.
Yang kedua sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan semoga kita semua yang ada disini kelak mendapatkan safa’at beliau di akhir jaman nanti.
pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada petugas upacara, bapak mengucapkan terima kasih kalian telah melaksanakan tugas dengan baik, tapi jangan puas sampai disini kalian masih perlu berlatih agar kedepannya menjadi lebih baik lagi.

kepada peserta upacara anak-anak kelas 1-6 bapak perhatihan dari depan masih ada beberapa anak yang ngobrol, apapun siakpnya yang belum sempurna.
coba bapak mau tanya apakah kalin cinta tanah air? kalau cinta tunjukkan rasa cinta kalian salah satunya sikap cinta tanah: melaksanakan upacara dengan hikmat, berarti tidak goyang-goyang, tidak ada yang ngobrol, apalagi gak pake tapi masih ada anak yang gk pakai topi, jadi sekali lagi bapak harap minggu depan harus lebih hikmat lagi, lebih bagus lagi.
Kita lihat sejarah ya, pejuang kita untuk menaikan bendera merah putih memerlukkan pengorbanan yang sangat banyak, baik harta maupun nyawa. Dia berjuang  kelurganya ditinggal hanya untuk menaikan bendera merah putih untuk merdeka bagaimana caranya bendera merah putih ini bisa berkibar di angkasa sekarang kalian tinggal hanya  menghormati tinggal mengikuti upacara dengan hikmad. bisa untuk minggu depan?

lalu perjuangan kalian masih banyak, kalau pejuang dahulu berjuang melawan penjajah. api kalau sekarang melawan apa? penjajah sudah gak ada sekarang kita sudah lahir di zaman merdeka bukan berarti kita bebas  tetapi kita masih berjuang.
perjuangan kita adalah melawan kemalasan ya, dari dalam diri kita yang masih malas itu tinggalkan, ke dua melawan kebodohan, ya jadi ada dua. 1 melawan kemalasan, 2 melawan kebodohan.
bagaimana cara melawan kemalasan kalian harus semangat kalau kalian main game masih beberapa jam, sehari 5 jam atau sehari 3 jam. apakah itu sudah memerangi kemalsan? belum, boleh bermain tapi ingat waktu, kalian sebagai pelajar mempunyai kewajiban.
apa kewajibannya sebagai pelajar? belajar, ya bagus. ya jadi ada 2? 1 perangi kemalasan, 2. perangi kebodohan, perangi kemiskinan. ingat kemalasan adalah pangkal kebodohan, siapa yang malas bodoh ya, jadi perangi kemalasan karena kemalasan  adalah pangkal kebodohan, perangi kebodohan karena kebodohan adalah pangkal kemiskinan.

nah, apabila kamu sudah pemalas, bodoh, miskin. didunia mau jadi apa? .. ya miskin harta  miskin ilmu, mumpung kalian masih punya orang tua semangat belajar jangan bodoh, jangan miskin. berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
ingat ya kalian masih berjuang, saya ulangi lagi 1 melawan kemalasan, 2 melawan kebodohan, 3 melawan kemiskinan tolong camkan itu dan laksanakan. yak bapak  tidak banyak banyak hanya pesan itu saja, lalu yang berikutnya untuk minggu depan laksanakan upacara dengan lebih baik lagi.
Demikianlah amanat  dari saya, apabila ada kesalahan ucapan atau apapun bapak mohon maaf yang sebesar besarnya.Terimakasih atas perhatiannya
Ihdinasirotolmustakim sumassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran
  • contoh pidato tentang lingkungan
  • contoh pidato tentang disiplin
  • contoh pidato agama
  • contoh pidato narkoba
  • contoh pidato perpisahan
  • contoh pidato persuasif
  • contoh pidato yang menarik dan tidak membosankan
  • contoh pidato pendidikan moral
  • pidato agama islam tentang akhlak
  • pidato agama islam singkat tentang sedekah
  • pidato singkat agama islam tentang sabar
  • teks pidato agama islam tentang kejujuran
  • pidato agama tentang menuntut ilmu
  • pidato agama islam singkat tentang ibu
  • pidato singkat islami untuk anak anak
  • pidato bahasa indonesia singkat tentang agama islam

Senin, 12 November 2018

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Tentang Sopan Santun

Pengertian Pidato

Contoh Pidato Terbaru - Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Pidato merupakan suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.
Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato. ( Kumpulan Contoh Pidato )

Kriteria Berpidato
  • Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.
  • Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.
  • Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
  • Isinya benar, objektif, dan jelas.
  • Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
  • Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan beberapa materi khusus yang berhubungan dengan pidato; tidak lupa pula kami juga akan memberikan berbagai macam contoh teks naskah pidato sehingga keduanya (baik teori dan praktek) pidato kita bisa semakin baik lagi.

Memang harus kita akui, kemampuan berpidato sangatlah tidak mudah dipelajari, kita butuh berbagai teori yang memadai, tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk latihan secara konsisten sehingga nanti kita bisa menyampaikan pidato dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami sengaja mengumpulkannya dengan harapan para sahabat bisa lebih mudah dan praktis dalam mempelajari teori dan contoh pidato.Banyak sekali contoh Pidato dari pidato bahasa inggris , pidato tentang narkoba,pidato bahasa indonesia,pidato kemerdekaan, pidato tentang kebersihan, pidato jokowi, pidato perpisahan, pidato Tentang Guru,pidato agama islam,pidato globalisasi dan Lainnya.

Contoh Pidato

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuh, wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhillalah, wa mayudhlil falaa haa diya lah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluhu.

Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Kepala Sekolah beserta staf..
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru beserta karyawan sekolah….
Yang Saya Sayangi dan saya banggakan Siswa/Siswi sekolah…
Yang pertama-tama marilah kita panjatkan puji, syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua, sehingga pada pagi hari yang cerah ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan upacara bendera pada pagi hari ini dengan hikmat.
Yang kedua sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan semoga kita semua yang ada disini kelak mendapatkan safa’at beliau di akhir jaman nanti.
pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada petugas upacara, bapak mengucapkan terima kasih kalian telah melaksanakan tugas dengan baik, tapi jangan puas sampai disini kalian masih perlu berlatih agar kedepannya menjadi lebih baik lagi.
Sopan santun ialah sikap saling menghormati dan bertindak tenang dan kalem. Seseorang yang memiliki sopan santun dapat diketahui karena orang tersebut akan menghargai orang-orang di masyarar sekitarnya.
Orang memiliki sopan santun selalu bertindak sesuai dengan cara yang diterima oleh masyarakat, menunjukkan rasa hormat, peduli dan perhatian kepada orang lain. Contohnya sopan santun di masyarakat misalnya: mengucap salam, menyapa teman atau orang lain yang lebih tua, tidak memotong pembicaraan atau antrian, berbicara dengan suara yang pantas yaitu tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.
Tertib lalu lintas, mengucapkan terima kasih bila mendapat bantuan atau pertolongan. Mengucap maaf atau permisi bila meminta bantuan.

Lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang, lain daerah lain pula cara bersopan santun. Beberapa daerah  di indonesia memiliki cara sopan santun sendiri misal jika di daerah kita membelakangi orang tua dianggap sopan, tapi di daerah lain malah dianggap tidak sopan.
Seperti cara kita berdialog di beberapa daerah memiliki sopan santun yang berbeda contoh suatu daerah, menatap mata ketika berbicara dianggap sopan, tapi di daerah lain, dianggap tidak sopan.
Jika kita memiliki sopan santun kita bisa menyenangkan hati orang lain. Sehingga orang lain juga akan membalasnya dengan sikap yang sama. Berbicara dengan cara yang sopan, lebih mudah diterima oleh lawan bicara dibandingkan dengan cara yang tidak sopan.
Keberhasilan akan lebih mudah diraih bila berbicara dan bertindak dengan sopan santun. Sebaliknya pertengkaran dan perselisihan akan selalu terjadi bila tidak menjaga sopan santun.
Sopan santun harus dimulai sejak kecil. Karena jika dipelajari pada masa tua maka akan kesulitan. seperti pepatah mengatakan “ibarat ranting pohon yang masih muda, masih bisa diluruskan, Tapi ranting pohon yang tua akan patah bila dibengkokkan”.
Demikianlah amanat  dari saya, apabila ada kesalahan ucapan atau apapun bapak mohon maaf yang sebesar besarnya.Terimakasih atas perhatiannya
Ihdinasirotolmustakim sumassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 Penelusuran yang terkait dengan Amanat Pembina Upacara

  • amanat pembina upacara yang menarik
  • amanat pembina upacara yang menyentuh
  • amanat pembina upacara yang singkat
  • amanat pembina upacara tentang akhlak
  • amanat pembina upacara tentang kebersihan
  • amanat pembina upacara tentang tanggung jawab
  • amanat pembina upacara tentang sopan santun
  • amanat pembina upacara tentang kejujuran